kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45935,51   7,16   0.77%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Kanmo Group Bawa Multitrend Indo (BABY) IPO, Incar Dana Rp 159,60 Miliar


Senin, 14 Agustus 2023 / 16:53 WIB
Kanmo Group Bawa Multitrend Indo (BABY) IPO, Incar Dana Rp 159,60 Miliar
ILUSTRASI. PT Multitrend Indo Tbk akan menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO).


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Entitas usaha Kanmo Group milik Manoj Bharwani, PT Multitrend Indo Tbk akan menggelar penawaran umum saham perdana alias Initial Public Offering (IPO) dan melakukan konversi Convertible Bond (CB). 

Calon emiten yang bakal menggunakan kode saham BABY ini akan menawarkan maksimal 600 juta saham. Ini setara dengan 21,28% dari jumlah modal ditempatkan dan disetor penuh. 

Pada masa penawaran awal alias bookbuilding, BABY memasang harga di kisaran Rp 250–Rp 256 per saham. Dus, Multitrend Indo berpotensi mengantongi dana maksimal Rp 159,60 miliar.

Baca Juga: Falmaco Nonwoven Industri resmi melantai di BEI, peroleh dana segar Rp 31,25 miliar

Dalam hajatan ini, BABY juga menerbitkan maksimal 1,42 miliar saham dalam rangka konversi Convertible Bond (CB) kepada Blooming Years Pte. Ltd. Adapun CB ini terbitkan pada 22 Juni 2022. 

Awalnya, konversi CB tersebut tertuang dalam Convertible Bond Subscription Agreement. Kemudian terjadi perubahan pada 14 Juni 2023 dengan harga pelaksanaan sama dengan harga IPO. 

Pelaksanaan konversi CB ini setara dengan 50,53% dari total modal disetor penuh setelah Penawaran Umum Perdana Saham dan konversi CB. Jika seluruh saham terjual, maka persentase masyarakat akan menjadi 21,28%. 

Sekitar 18,23% dana IPO akan digunakan untuk belanja modal. Rinciannya, 84,91% untuk renovasi tempat untuk pembukaan 15 toko baru dan 15,09% untuk deposit penyewaan tempat. 

Baca Juga: Penuhi Kebutuhan Saat Ramadan, Kredivo Gandeng Kanmo Group Fasilitasi Cicilan 0%

Kemudian 81,77% akan digunakan Multitrend Indo untuk pengembangan usaha dalam bentuk modal kerja. Termasuk pembiayaan kebutuhan operasional sehari-hari.

Asal tahu saja, Multitrend Indo merupakan perusahan yang bergerak di bidang penjualan ritel fesyen dan aksesoris bayi dan remaja. BABY pertama kali beroperasi pada 2005 di bawah naungan PT Kanmo Retailindo. 

Multitrend Indo memegang sejumlah lisensi di Indonesia untuk merek global bayi dan anak-anak seperti Mothercare, ELC, Gingersnaps, Justice dan Wilio. Per Juni 2023, BABY juga memiliki 128 gerai yang terbesar di seluruh Indonesia. 

Selanjutnya: Wilmar Padi Indonesia Luncurkan Program Upgrade Penggilingan

Menarik Dibaca: Cuaca Jakarta Besok (15/8), BMKG Ramal bakal Kembali Terik

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×