kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.993   80,00   0,45%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Kalbe Farma tuntaskan akuisisi Hale International


Selasa, 10 Juli 2012 / 10:58 WIB
ILUSTRASI. Server GTA Online untuk PS3 dan Xbox 360 akan ditutup akhir tahun 2021 ini


Reporter: Barratut Taqiyyah | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) semakin mantap melakukan ekspansi di bisnis minuman kesehatan Indonesia. Hal itu dibuktikan melalui penyelesaian akuisisi 100% saham PT Hale International, yang merupakan perusahaan produsen minuman kesehatan di Indonesia.

Berdasarkan Keterbukaan Informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), penandatangan pengalihan saham antara kedua belah pihak dilakukan pada 6 Juli 2012 lalu melalui penandatanganan share transfer deed.

Adapun nilai akuisisi ini mencapai Rp 93,9 miliar. "Ini merupakan langkah strategis bagi Kalbe untuk memiliki fasilitas produksi minuman kesehatan siap saji. Kami optimistis bahwa transaksi ini akan mempercepat langkah Kalbe untuk memasarkan produk-produk minuman kesehatan siap saji yang potensi pasarnya sangat menjanjikan,” jelas Vidjongtius, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Kalbe.

Sekadar tambahan informasi, PT Hale International bergerak dalam bidang produksi minuman kesehatan berupa jus buah-buahan dalam kemasan botol PET sejak tahun 2007. Merek-merek yang telah dikenal luas antara lain adalah Original Love Juice dalam berbagai varian seperti jeruk, apel dan jambu, serta Pome Rama.

Sebelumnya, pada 28 Juni 2012, Kalbe juga telah menandatangani Perjanjian Usaha Patungan dengan PT Milko Beverage Industry (Milko) untuk mendirikan perusahaan patungan bernama PT Kalbe Milko Indonesia. Kalbe akan memiliki 51% saham perusahaan patungan tersebut sementara
49% sisanya dimiliki oleh Milko.

Pembangunan pabrik dengan nilai investasi sekitar Rp 100–150 miliar ini dipercaya akan memperkuat fasilitas produksi produk nutrisi untuk mendukung pertumbuhan penjualan Kalbe di masa mendatang. Perseroan memperkirakan, pabrik tersebut akan selesai dibangun dalam satu sampai dengan dua tahun ke depan.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×