kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Kajian proyek pabrik pengolahan air laut milik TPIA ditargetkan rampung tahun depan


Jumat, 15 November 2019 / 19:30 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melakukan monitoring pembangunan pabrik Polyethylene (PE)


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Proses rencana pembangunan pabrik pengolah air laut hasil kerjasama PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) dengan PT Krakatau Tirta Industri (KTI) terus bergulir. KTI merupakan anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat PT Chandra Asri Petrochemical Tbk Suryandi mengatakan, jika tidak ada aral melintang maka tahap kajian dari pembangunan pabrik ini akan selesai tahun depan.

“Saat ini masih berlangsung, dari segi pengkajiannya mudah-mudahan tahun depan selesai,” ujar Suryandi saat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) TPIA di Jakarta, Jumat (15/11).

Baca Juga: Chandra Asri (TPIA) akan membagikan dividen interim, ini jadwalnya

Suryandi mengatakan, air hasil olahan pabrik ini nantinya akan digunakan untuk kebutuhan industri. Terlebih, saat ini TPIA sedang membangun pabrik Chandra Asri Petrochemical 2 (CAP 2) yang membutuhkan pasokan air industri yang cukup banyak.

Suryandi menilai pasokan air industri untuk pabrik CAP 2 masih kurang saat ini. Sehingga, ia menilai proyek ini cukup strategis dan feasible.

“Ini kan air laut diolah kemudian dijadikan air industri, ini memang cukup urgent karena nanti kami berencana membangun pabrik CAP 2 saat ini supply (air industrinya) kurang,” pungkasnya.

Kontan.co.id mencatat, pabrik pengolahan air laut ini berkapasitas produksi 800 liter per second (lps)– 1.000 lps. Adapun valuasi dari proyek ini ditaksir mencapai Rp 1,5 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×