kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Kabar baik bagi saham pemilik reklamasi


Senin, 09 Oktober 2017 / 06:30 WIB
Kabar baik bagi saham pemilik reklamasi


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kabar baik menghampiri emiten properti yang saat ini menggarap proyek reklamasi Teluk Jakarta. Pemerintah melalui surat Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman mencabut moratorium pembangunan proyek reklamasi di teluk Jakarta.

Mengacu surat bernomor S-78-001/102/Menko/Maritim/X 2017, Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan Reklamasi Pantai Utara Jakarta tak bermasalah lagi, baik dari sisi teknis maupun hukum.

Walhasil, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah mencabut pengenaan sanksi administratif paksaan berupa penghentian sementara (moratorium) seluruh kegiatan reklamasi di Pulau C, D dan G. Pulau C dan D merupakan proyek pulau buatan milik PT Kapuk Naga Indah, anak usaha Agung Sedayu Group. Sementara Pulau G merupakan proyek reklamasi milik PT Muara Wisesa Samudera, anak usaha PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN).

Hal ini membawa angin segar bagi emiten. Dengan hal itu, proyek di pulau buatan tersebut sudah memperoleh kepastian hukum.

Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri, berpendapat, harga saham APLN berpotensi naik. Beberapa waktu lalu harga saham tersebut sempat turun lantaran ketidakpastian proyek reklamasi. 

Tak cuma APLN, menurut Hans, hal ini bisa menjadi sentimen positif bagi emiten lain yang juga mengerjakan proyek reklamasi. Apalagi jika emiten tersebut sudah memenuhi aturan.

Beberapa emiten selain APLN juga memiliki proyek pulau buatan di utara Jakarta. Misalnya Pembangunan Jaya Ancol (PJAA) dan Intiland Development (DILD).
Hans menilai, investor bisa mempertimbangkan untuk melirik saham properti yang memiliki proyek reklamasi di Teluk Jakarta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×