Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah calon emiten yang berencana menggelar aksi korporasi berupa penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) menurun menjadi hanya 12 perusahaan, dari sebelumnya 15 perusahaan.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengatakan penurunan jumlah perusahaan dalam antrean pipeline tersebut disebabkan oleh sejumlah penyebab, mulai dari faktor kelengkapan dokumen hingga perusahaan yang belum memperoleh persetujuan.
"Ada yang merevisi laporan keuangan menggunakan laporan keuangan terbaru, lalu ada yang masih membutuhkan kelengkapan dokumen, serta ada yang belum disetujui," kata Nyoman, Senin (8/6/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp 18.187, Geopolitik Timur Tengah dan Prospek The Fed Jadi Tekanan
Dalam catatan BEI, sebanyak empat perusahaan yang akan IPO ini tercatat sebagai calon emiten dengan aset skala menengah atau memiliki total aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar. Kemudian, sebanyak delapan calon emiten lainnya memiliki aset skala besar di atas Rp 250 miliar.
Berdasarkan sektor usahanya, perusahaan yang berada dalam antrean pipeline terdiri atas tiga perusahaan dari sektor consumer cyclical, dua perusahaan consumer non-cyclicals, satu perusahaan sektor keuangan, tiga perusahaan sektor kesehatan, dua perusahaan sektor infrastruktur, serta satu calon emiten dari sektor teknologi.
"Hingga saat ini, terdapat 12 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ucap Nyoman.
Adapun hingga 5 Juni 2025 lalu, BEI melaporkan ada satu perusahaan yang mencatatkan sahamnya di BEI dengan dana total dihimpun sebesar Rp 0,30 triliun.
Di samping itu, BEI juga telah menerbitkan 63 emisi dari 40 penerbit EBUS dengan dana yang dihimpun sebesar Rp 69,94 triliun. Sampai dengan 05 Juni 2026 terdapat 53 emisi dari 36 penerbit EBUS yang sedang berada dalam pipeline.
Baca Juga: IHSG Anjlok 2,87% ke 5.434 di Sesi I Senin (8/6), Top Losers: Saham TLKM, HRTA, ISAT
Kemudian untuk rights issue, per tanggal 5 June 2026 telah terdapat empat perusahaan tercatat yang telah menerbitkan rights issue dengan total nilai Rp 3.89 Triliun. Selain itu, masih terdapat satu perusahaan tercatat dalam pipeline rights issue BEI yang berasal dari sektor properti dan real estate.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












