kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.015   -34,00   -0,20%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Jika Indonesia jadi lockdown, ini dampaknya terhadap IHSG


Senin, 30 Maret 2020 / 17:37 WIB
ILUSTRASI. Petugas keamanan mengenakan masker berjaga di Bursa Efek Indonesia Jakarta.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Herlina Kartika Dewi

Sebab nantinya, keberhasilan dalam penanganan Covid-19 juga bakal berdampak positif bagi pergerakan indeks domestik.

China misalnya, telah melalui masa kritisnya dan dinilai cukup berhasil dalam mengatasi kondisi domestik dan berangsur pulih. Hal ini berimplikasi pada meredanya penurunan Shanghai Stock Exchange Composite Index.

“China dipersepsikan cukup berhasil mengatasi kondisi domestik, maka penurunan Indeks Shanghai sudah mereda dari tekanan jual yang agresif,” sambung dia.

Secara year-to-date, Shanghai Composite Indeks memang masih memberikan return negatif, yakni -10,96%. Namun, penurunan indeks tersebut tidak sedalam penurunan IHSG yang anjlok 29,92% sejak awal tahun.

Analis OSO Sekuritas Sukarno Alatas menilai IHSG berpotensi untuk tertekan apabila pemerintah jadi melakukan lockdown. Namun, hal ini sangat wajar karena aktivitas ekonomi menjadi terganggu akibat adanya kebijakan ini.

Baca Juga: Kena trading halt, IHSG masih berpotensi rebound

“Hanya saja positifnya penurunannya bisa selesai jika lockdown bisa berjalan dengan lancar,” ujar dia kepada Kontan.co.id, Senin (30/3).

Saat ini, ia menilai kebijakan perubahan pembatasan auto rejection bawah (ARB) lebih efektif untuk mengatasi penurunan IHSG.

“Bagusnya lagi untuk memperlambat penurunan IHSG aturan ARB mungkin dibatasi jadi 3%-5%. Jadi tidak perlu ada trading halt,” sambung dia.

Terakhir, jika memang pemerintah serius untuk melakukan lockdown, Sukarno berharap ada sanksi yang tegas dan aturan yang mengikat. 

Jangan sampai seperti lockdown yang terjadi di India, dimana membuat banyak pekerja migran kelaparan dan memaksa mereka kembali ke kampung halaman dengan berjalan kaki.

Ia menyambut baik kebijakan darurat sipil yang dinilai memberi kejelasan pada pelaku pasar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×