Reporter: Riska Rahman | Editor: Dupla Kartini
JAKARTA. Testimosi Gubernur The Fed Janet Yellen yang bernada dovish sempat memicu penguatan euro terhadap dollar AS. Sayang, penguatan ini tak berlangsung lama akibat koreksi teknikal yang dialami euro.
Mengutip Bloomberg, Kamis (13/7) pukul 18.52 WIB, pairing EUR/USD turun 0,23% ke level 1,1386 dibanding hari sebelumnya.
Analis PT Central Capital Futures Wahyu Tribowo Laksono bilang, laju euro mulai tertahan karena posisinya yang sedang diambang jenuh beli. "Penguatan euro mulai terbatas karena secara teknikal posisinya sedang di ambang batas overbought level konsolidasinya," kata Wahyu, Kamis.
Namun, menruut Wahyu, pelemahan ini tidak ada hubungannya dengan pidato Yellen pada Kamis (12/7) dini hari. Pidatonya yang bernada dovish justru melemahkan posisi USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya seperti JPY dan GBP.
Prediksi Wahyu, pelemahan euro terhadap dollar AS akan berlanjut. Pasalnya, pergerakan teknikal EUR masih belum mendukung penguatan terhadap USD. Walau begitu, ada kesempatan bagi euro untuk menguat dalam jangka waktu menengah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













