kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.025   -24,00   -0,14%
  • IDX 7.151   102,46   1,45%
  • KOMPAS100 987   15,12   1,56%
  • LQ45 724   8,45   1,18%
  • ISSI 255   4,01   1,60%
  • IDX30 392   3,86   0,99%
  • IDXHIDIV20 488   0,46   0,10%
  • IDX80 111   1,56   1,42%
  • IDXV30 135   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 128   1,13   0,89%

Jelang siang, harga emas spot bergerak positif kisaran US$ 1.492,26 per ons troi


Jumat, 18 Oktober 2019 / 11:14 WIB
ILUSTRASI. Gold bars and coins are stacked in the safe deposit boxes room of the Pro Aurum gold house in Munich, Germany, August 14, 2019. REUTERS/Michael Dalder


Reporter: Handoyo, Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jelang siang, harga emas masih bergerak datar-datar saja. Perdagangan Jumat (18/10) pukul 11.12 WIB, harga emas spot berada US$ 1.492,26 per ons troi, naik tipis dari harga penutupan kemarin pada US$ 1.491,87.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember 2019 di Commodity Exchange berada di US$ 1.495,50 per ons troi, turun dari US$ 1.498,30 per ons troi.

Penurunan harga emas terjadi setelah harga aset safe haven ini naik pada perdagangan kemarin. "Tensi geopolitik yang naik dan potensi pemangkasan suku bunga Federal Reserve menjadi penopang harga emas," kata Phillip Streible, senior commodities strategist RJO Futures kepada Reuters.

Baca Juga: Harga minyak cenderung mendatar meski stok minyak AS naik tinggi

Harga emas hari ini turun setelah Turki sepakat untuk menghentikan serangan ke Suriah. Selain itu, Inggris dan Uni Eropa mulai menyepakati deal Brexit baru. Tapi, proses Brexit ini masih bisa terganjal di Inggris karena Democratic Unionist Party (DUP) Irlandia Utara menolak kesepakatan.

Sementara itu, data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang dirilis kemarin, yakni konstruksi rumah serta produksi industri menurun. Penurunan data ekonomi ini menyusul penurunan penjualan ritel bulan September dan penurunan indeks manufaktur yang dirilis sebelumnya.

Data ekonomi yang buruk menyebabkan investor mulai berharap Federal Reserve kembali menurunkan suku bunga acuan pada rapat The Fed pada 29-30 Oktober. Jika bank sentral AS menurunkan suku bunga, maka harga emas berpotensi menguat lagi.

Baca Juga: Simak rekomendasi saham Profindo Sekuritas untuk perdagangan Jumat (18/10)

Fawad Razaqzada, analis Forex.com mengatakan, harga emas perlu menembus resistance US$ 1.498-US$ 1.500 untuk memperbaiki outlook jangka pendek.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×