kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Harga minyak cenderung mendatar meski stok minyak AS naik tinggi


Jumat, 18 Oktober 2019 / 07:31 WIB

Harga minyak cenderung mendatar meski stok minyak AS naik tinggi
ILUSTRASI. Flames emerge from flare stacks at Nahr Bin Umar oil field, north of Basra, Iraq September 16, 2019. REUTERS/Essam Al-Sudani TPX IMAGES OF THE DAY

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pergerakan harga minyak cenderung datar dalam tiga hari terakhir. Jumat (18/10) pukul 7.13 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman November 2019 di New York Mercantile Exchange naik tipis ke US$ 53,97 per barel dari harga kemarin pada US$ 53,93 per barel.

Sedangkan harga minyak brent untuk pengiriman Desember 2019 di ICE Futures pagi ini melemah ke US$ 59.81 per barel dari posisi kemarin pada US$ 59,91 per barel.

Data Energy Information Administration Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa persediaan minyak melonjak 9,3 juta barel pekan lalu, jauh lebih tinggi daripada prediksi awal 2,8 juta barel. Lonjakan stok minyak ini disebabkan oleh penurunan produksi penyulingan ke kapasitas terendah sejak September 2017. Kapasitas terpakai perusahaan penyulingan AS turun ke 83,1%. 

Baca Juga: Perang dagang memanas, JK: Indonesia akan ambil peluang atau jadi korban?

Penurunan kapasitas terpakai ini menyebabkan stok produk minyak olahan seperti bensin turun sebesar 2,6 juta barel pekan lalu. Sedangkan diesel dan heating oil turun 3,8 juta barel. 

"Salah satu masalah kenaikan stok adalah bahwa pengolahan minyak tidak jalan. Penutupan pengolahan minyak ini menjadi kekhawatiran," kata Phil Flynn, senior energy analyst Price Futures Group kepada Reuters.

Baca Juga: Harga minyak kembali turun tertekan sinyal membengkaknya pasokan AS

Impor minyak AS pun turun setelah AS menerapkan sanksi terhadap perusahaan perkapalan China, COSCO Shipping Tanker (Dalian) co dan anak usahanya COSCO Shipping Tanker (Dalian) Seaman & Ship Management Co karena tuduhan mengangkut minyak Iran.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×