kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Jelang GIIAS Sektor Otomotif Mulai Bangkit, Indo Premier Kerek Rekomendasi Overweight


Selasa, 14 Juli 2026 / 11:35 WIB
Jelang GIIAS Sektor Otomotif Mulai Bangkit, Indo Premier Kerek Rekomendasi Overweight
ILUSTRASI. Toyota New Corolla Cross Hybrid (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar otomotif nasional menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Juni 2026. Kinerja penjualan kendaraan roda empat (4W) dan roda dua (2W) mengalami peningkatan secara bulanan, didorong oleh membaiknya permintaan serta lonjakan penjualan kendaraan listrik berbasis elektrifikasi.

Berdasarkan riset Indo Premier Sekuritas, volume wholesale nasional kendaraan roda empat meningkat 12% secara bulanan  menjadi sekitar 77.600 unit pada Juni 2026. Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan penjualan sejumlah merek seperti BYD, Mitsubishi, Daihatsu, dan Wuling.

Dengan capaian tersebut, total penjualan roda empat sepanjang semester I 2026 mencapai 437.000 unit, tumbuh 16% secara tahunan. Angka ini telah mencerminkan sekitar 53% dari estimasi Indo Premier dan 51% dari proyeksi Gaikindo untuk tahun penuh 2026.

Baca Juga: Elnusa (ELSA) Jalankan Proyek CEOR Offshore Pertama Indonesia, Dorong Produksi Migas

Meski pasar secara nasional menguat, kinerja PT Astra International Tbk (ASII) tercatat pulih lebih moderat. Volume wholesale ASII hanya meningkat 4% secara month on month (mom) menjadi 40.200 unit, terutama berkat kenaikan penjualan Daihatsu yang didorong oleh model Gran Max yang naik 26% mom menjadi 7.800 unit.

Sebaliknya, penjualan Toyota mengalami penurunan 8% mom, sehingga pangsa pasar ASII turun menjadi 52% pada Juni 2026 dibandingkan 56% pada Mei 2026.

Namun secara kumulatif, performa ASII masih solid. Sepanjang enam bulan pertama 2026, penjualan kendaraan ASII mencapai 222.400 unit, meningkat 10% secara year on year (yoy), dengan pangsa pasar sebesar 51%.

Analis Indo Premier Sekuritas Aurelia Barus dalam riset 13 Juli 2026 menilai pencapaian tersebut masih berada dalam jalur ekspektasi meskipun momentum musiman terlihat lebih kuat.

“Meski faktor musiman lebih kuat dari biasanya, kami melihat hasil ini masih sesuai ekspektasi karena kenaikan suku bunga berpotensi menekan permintaan kendaraan roda empat pada semester kedua 2026,” ujar Aurelia dalam riset.

Selain kendaraan konvensional, segmen kendaraan listrik berbasis elektrifikasi (xEV) mencatat pertumbuhan signifikan. Total penjualan xEV pada Juni 2026 mencapai 23.000 unit, meningkat 32% secara bulanan.

BYD menjadi salah satu pendorong utama pemulihan tersebut dengan lonjakan penjualan hingga 284% secara bulanan. Kinerja BYD terdorong oleh peningkatan produksi lokal serta peluncuran model BYD Atto 1 dan BYD M6 DM, kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertama BYD di Indonesia.

Model BYD M6 DM langsung mencatatkan penjualan sekitar 1.800 unit pada bulan debutnya, jauh di atas Toyota Veloz Hybrid yang membukukan sekitar 484 unit.

Baca Juga: Daftar Harga Emas Antam Hari Ini (14/7): Anjlok Rp 20.000 Jadi Rp 2.615.000 Per Gram

Secara total, penjualan xEV sepanjang semester I 2026 mencapai 115.000 unit, tumbuh 67% yoy. Penjualan kendaraan listrik murni (battery electric vehicle/BEV) naik 36% bulanan menjadi 12.700 unit, dengan total semester I mencapai 70.000 unit atau meningkat 80% yoy.

Sementara itu, penjualan kendaraan hybrid naik 5% mom dengan total semester I mencapai 40.000 unit, didukung terutama oleh Toyota Innova Zenix Hybrid dan Toyota Veloz Hybrid. Penjualan PHEV juga melonjak 377% mommenjadi 2.400 unit, seiring kehadiran BYD M6 DM.

Melihat tren pemulihan pasar, Indo Premier Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor otomotif menjadi Overweight (OW) dari sebelumnya Neutral.

Aurelia menyebut peningkatan prospek tersebut terutama didorong oleh rekomendasi beli terhadap ASII setelah koreksi harga saham yang cukup tajam. Selain itu, pelonggaran aturan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara dinilai dapat mendukung kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR), anak usaha ASII.

“Kami melihat valuasi ASII menjadi lebih menarik setelah koreksi harga saham yang signifikan. Sementara relaksasi RKAB batu bara berpotensi memberikan dukungan terhadap kinerja UNTR,” kata Aurelia.

Indo Premier juga mencatat adanya pelebaran diskon kendaraan pada Juli 2026 di berbagai merek, mengikuti pola musiman menjelang ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Juli hingga awal Agustus 2026.

Menurut Aurelia, strategi diskon tersebut kemungkinan berkaitan dengan persiapan produsen menghadapi peluncuran sejumlah model baru pada ajang otomotif tahunan tersebut.

Meski prospek sektor membaik, Indo Premier tetap mengingatkan risiko utama yang perlu diperhatikan investor, yakni potensi perubahan regulasi yang dapat memengaruhi industri otomotif nasional.

Baca Juga: PT Pos Tunda Bayar Imbal Hasil Rp 24,11 Miliar, Bagaimana Nasib Investor?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×