kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Jatuhnya bursa AS untungkan JPY di hadapan USD


Rabu, 22 Maret 2017 / 20:53 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Laju Yen mendapat sokongan dari kejatuhan bursa saham AS. Yen akhirnya unggul di hadapan the greenback.

Mengutip Bloomberg, Rabu (22/3) pukul 19.18 WIB, pasangan USD/JPY melemah 0,26% ke level 111,42 dibanding sehari sebelumnya.

Alwi Assegaf, analis PT Global Kapital Investama Berjangka menyatakan, mata uang yen diuntungkan oleh perannya sebagai safe haven setelah jatuhnya bursa saham Amerika Serikat (AS).

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump gagal meyakinkan anggota dewan dari partai Republik untuk mencabut aturan Obamacare. Hal tersebut membuat pelaku pasar khawatir dengan rencana lain Presiden Trump, termasuk pemangkasan pajak dan stimulus fiskal.

"Pasar kembali mempertanyakan bagaimana implementasi kebijakan pro pertumbuhan di AS sehingga membuat bursa saham jatuh," kata Alwi.

Kejatuhan bursa saham AS juga membuat USD kehilangan tenaga. Hal ini semakin menambah keuntungan bagi laju JPY. Apalagi pasar masih kecewa dengan rencana The Fed untuk menaikkan suku bunga dua kali lagi tahun ini.

Meski demikian, pasangan USD/JPY masih berpeluang menguat. "Sentimen positif untuk dollar AS mulai muncul setelah beberapa pejabat The Fed memberikan komentar bernada hawkish," lanjut Alwi.

Gubernur The Fed wilayah Cleveland, Loretta Mester menyatakan kenaikan suku bunga tahun ini bisa lebih dari tiga kali lantaran membaiknya ekonomi AS. Selanjutnya, pasar akan kembali mencari sinyal kenaikan suku bunga dari pidato Gubernur The Fed Janet Yellen pada Kamis (23/3). 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×