kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Batubara dan emas mulai atraktif pekan ini, cermati saham-saham berikut


Kamis, 28 Mei 2020 / 22:44 WIB
ILUSTRASI. Layar menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (20/5/2020). IHSG ditutup melemah 2,7 poin atau 0,06 persen di level 4.545,95. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww.


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Noverius Laoli

Untuk komoditas logam dasar (basic metals), Andy memperkirakan harga nikel dan timah global akan diperdagangkan dua arah pekan ini. Risiko kenaikan harga untuk kedua komoditas akan datang dari sisi penawaran, sedangkan risiko penurunan harga akan muncul dari sisi permintaan.

Untuk komoditas crude palm oil, Andy melihat ada katalis penurunan harga yang datang dari dalam negeri. Catatan Andy, Indonesia akan menaikkan retribusi ekspor CPO sebesar US$ 5 per ton menjadi US$ 55 per ton pada bulan Juni mendatang. Keputusan ini dibuat mengikuti dinamika harga CPO global.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) Pangkas Target Penjualan Alat Berat

Sebagai catatan, Indonesia mengumpulkan retribusi ekspor CPO melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) yang akan menggunakan retribusi tersebut untuk pengembangan dan insentif biodiesel.

“Secara keseluruhan, kami memperkirakan bahwa harga CPO global akan kurang menarik pekan ini,” tutup Andy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×