kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

ITCE fokus jaga keberlanjutan industri timah


Senin, 28 Agustus 2017 / 14:59 WIB


Reporter: Danielisa Putriadita | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - Indonesia Commodity and Derivatif Exchange (ICDX) kembali menggelar Tin Conference & Exhibition (ITCE) 2017. Hajatan yang berlangsung pada 27-29 Agustus 2017 di Nusa Dua, Bali ini, merupakan yang keempat kalinya diselenggarakan bursa komoditas tersebut.

Acara tahun ini mengusung tema "Tin Beyond Boundaries: Integrating the Tin Industry for Sustainable Economic Growth".

Komisaris ICDX KH. Said Aqil Siroj mengatakan, tujuan penyelenggaraan ITCE adalah sebagai ajang pertukaran informasi para pelaku timah dari dalam maupun mancanegara. "Selain itu, untuk mendapat masukan bagi pengembangan industri timah Indonesia," kata Said dalam pidato pembukaan, Senin (28/8).

Menteri ESDM Ignasius Jonan yang hadir dalam acara tersebut menyatakan, dengan volume ekspor timah sebanyak 70.000 ton per tahun, pemerintah berharap kegiatan pertambangan timah bisa berlangsung berkelanjutan, mengingat timah termasuk dalam komoditas yang tidak bisa diperbaharui.

Meski ICDX baru berjalan selama lima tahun, pemerintah mengapresiasi keberadaan ICDX. Indonesia telah memliki acuan harga timah ekspor. "Pemerintah berharap ICDX bisa menetapkan fair price dari produksi timah dalam negeri," kata Ignasius.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×