kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Isu stimulus ekonomi China mendongkrak laju Wall Street


Selasa, 17 Januari 2012 / 22:03 WIB
ILUSTRASI. Himbauan untuk menjaga protokol kesehatan di sebuah pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan


Reporter: Dupla Kartini, Bloomberg | Editor: Dupla Kartini

NEW YORK. Bursa saham Amerika Serikat dibuka sumringah, hari ini (17/1). Wall Street menguat terpicu spekulasi China yang mungkin akan melonggarkan kebijakan moneter, seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

Indeks Standard & Poor's 500 bahkan mendekati level tertinggi sejak 27 Juli, setelah maju 1,1% ke posisi 1.302,71 pada pukul 9.48 di New York. Sementara, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 1,2% ke level 12.567,52.

Reli saham-saham sektor komoditas menyokong laju indeks. Diantaranya, saham Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc., juga saham Alcoa Inc. yang reli 1,3%. Saham-saham tersebut menguat seiring kenaikan harga komoditas akibat ekspektasi permintaan dari China bakal lebih tinggi.

Pertumbuhan ekonomi China berada di laju paling lambat dalam 10 kuartal, akibat krisis utang Eropa menahan permintaan ekspor dan pasar properti melemah. Kondisi ini diperkirakan akan memicu Perdana Menteri Wen Jiabao untuk melonggarkan kebijakan moneter.

David Sowerby, manajer investasi dari Loomis Sayles & Co. menilai, China telah menunjukkan bahwa mereka lebih proaktif, kapan saatnya mereka harus memperketat dan kapan harus melonggarkan kebijakan moneter.

"Ini adalah masa di mana likuiditas bank sentral akan meningkat signifikan. Sementara, di AS, data ekonomi juga telah mulai membaik," ujar Sowerby, di Michigan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×