kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

IPO, obligasi dan right issue makin ramai


Kamis, 16 Juni 2016 / 20:58 WIB


Reporter: Eldo Christoffel Rafael | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Aksi korporasi untuk Initial Public Offering (IPO) sepertinya akan berlanjut di semester kedua. Samsul Hidayat, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan depan ada mini expose dua emiten.

Sebelumnya, pekan ini BEI sudah menggelar mini ekspos PT Anugerah Berkah Madani Tbk yang rencananya akan melantai di bursa semester kedua. "Ada dua emiten konstruksi satu emiten swasta dan salah satunya anak usaha BUMN," kata Samsul, Kamis (16/6).

Untuk obligasi, Samsul bilang sudah ada 23 perusahaan yang masuk pipeline bursa dengan nilai emisi sebesar Rp 30 triliun lebih. Sedangkan di OJK menurut Samsul sudah ada lima yang sudah di pipeline OJK.

Samsul tak memungkiri tahun ini banyak perusahaan yang lebih banyak menerbitkan obligasi ketimbang IPO. "Sebagian emiten ada yang menerbitkan obligasi, untuk bayar utang lagi. sehingga struktur permodalannya lebih bagus," kata samsul

Selain obligasi, Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau disebut right issue juga ramai dilakukan karena menurut Samsul perusahaan sedang butuh banyak dana.

"Yang non Non HMETD seperti private placement juga masih banyak artinya pengetahuan tentang pasar modal sepertinya sudah cukup berhasil," kata Samsul.

Sampai hari ini sudah ada enam emiten baru yang sudah IPO. Emiten terakhir adalah emiten perkapalan yakni PT Sillo Maritime Perdana (SILO) Tbk. Emiten baru ini tercatat sebagai emiten dengan kenaikan harga tertinggi pada penutupan bursa hari ini sebesar 70% menjadi Rp 238.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×