kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Investor ritel didominasi para newbie?


Minggu, 22 April 2018 / 17:23 WIB
Investor ritel didominasi para newbie?
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Kustodian Sentra Efek Indonesia (KSEI) di per Maret 2018 menunjukkan bahwa jumlah investor pasar modal sudah mencapai 1,21 juta investor atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,34% secara year to date (ytd) jika dibandingkan dengan jumlah Single Investor Identification (SID) di akhir 2017 yang sebesar 1,12 juta investor. Secara year on year (yoy) pertumbuhan investor mencapai 26,54%.

Secara umur, Investor dengan usia di bawah 20% mencapai 2,84%, usia antara 21-30 tahun mencapai 32,67% dan usia 31-40 tahun sebesar 24,59% dari total investor.

Pertumbuhan tersebut cukup pesat jika dibandingkan dengan akhir 2012 yang lalu yang lalu sebesar 281.000 investor. Artinya pertumbuhan investor saat ini sudah mencapai hampir lima kali lipat. Namun demikian, dengan data tersebut bisa dikatakan bahwa 76% investor di Indonesia merupakan investor yang memiliki pengalaman yang kurang dari enam tahun.

Beberapa pelaku pasar menilai bahwa hal ini akan menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan lantaran indeks disetir oleh investor-investor newbie.

Namun demikian, David Nathanael Sutyanto, Kepala Riset Ekuator Swarna Sekuritas bilang bahwa pertumbuhan investor ini harus dilihat secara jangka panjang, lantara orang berinvestasi dengan melihat ke depan. "Kalau melihatnya satu atau dua hari namanya spekulatif," kata David kepada Kontan.co.id, Jumat (20/4).

Edukasi yang dilakukan kepada masyarakat juga perlu menekankan investasi secara jangka panjang. Apalagi, 5-10 tahun yang akan datang, generasi milenial memiliki cukup uang dan cukup edukasi untuk menggerakan indeks.

David juga menilai bahwa dengan adanya peningkatan jumlah investor pasar modal tersebut juga menjadi suatu cerminan bahwa masayarakat mulai punya kesadaran terhadap investasi.

Shifting juga terlihat dengan masyarakat yang cenderung lebih menyukai berinvestasi ketimbang melakukan konsumsi. Hal ini terlihat dari beberapa waktu belakangan masyarakat cenderung mengerem konsumsi dan melakukan investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×