kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Investor mesti waspadai emiten tak penuhi free float


Kamis, 09 Agustus 2018 / 18:35 WIB
ILUSTRASI. Bursa Efek Indonesia


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dalam catatan Bursa Efek Indonesia (BEI) masih ada sekitar delapan perusahaan yang masih belum memenuhi aturan free float. Hal tersebut tentu saja cukup meresahkan lantaran ketidakpatuhan akan aturan ini berdampak ke suspensi emiten yang bisa saja berujung pada delisting.

"Untuk emiten dengan free float kecil memang harus diwaspadai, karena tidak mengikuti aturan dari Bursa Efek Indonesia," kata Analis Trimegah Sekuritas, Rovandi, Kamis (9/8).

Menurut Rovandi aturan free float ini juga merupakan aturan yang cukup penting bagi emiten, lantaran aturan tersebut akan menentukan likuiditas dari saham suatu perusahaan. Jika suatu saham berniat untuk bisa likuid, seharusnya perusahaan memenuhi aturan free float dengan beberapa skema seperti free float misalnya.

Langkah yang dilakukan oleh BEI dengan melakukan suspensi juga dinilai cukup baik karena hal ini bisa menjadi suatu warning tersendiri bagi investor, bahwa perusahaan ini belum memenuhi aturan BEI.

Beberapa perusahaan yang masih belum memenuhi aturan free float dalam catatan BEI adalah PT Keramika Indonesia Asosiasi Tbk (KIAS), PT Destinasi Tirta Nusantara Tbk (PDES), PT Danayasa Arthatama Tbk (SCBD), PT Skybee Tbk (SKYB), PT Permata Prima Sakti Tbk (TKGA), PT Hotel Mandarine Regency Tbk (HOME), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), dan PT Grahamas Citrawisata Tbk (GMCW).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×