kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.921   51,00   0,29%
  • IDX 5.698   -122,57   -2,11%
  • KOMPAS100 735   -16,76   -2,23%
  • LQ45 560   -12,92   -2,26%
  • ISSI 198   -3,57   -1,78%
  • IDX30 318   -7,12   -2,19%
  • IDXHIDIV20 392   -8,65   -2,16%
  • IDX80 84   -1,95   -2,28%
  • IDXV30 107   -1,62   -1,49%
  • IDXQ30 103   -2,18   -2,08%

Investor menjual saham eksportir Jepang


Jumat, 15 Februari 2013 / 08:21 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas konstruksi proyek jalan Tol Solo - Yogyakarta - Bandara YIA Kulon Progo.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang memberi sinyal merah pada transaksi pagi (15/2). Pada pukul 09.57 waktu Tokyo, indeks Topix terpangkas 1,2% menjadi 943,20. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9% menjadi 11.208,46.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang. Beberapa di antaranya yakni saham eksportir Jepang seperti Honda Motor Co yang turun 2,3%, Trend Micro Inc turun 8,5%, Kirin Holdings Co turun 6,9%, dan Tokyo Electric Power naik 5,4%.

Aksi jual yang melanda bursa Negeri Sakura terjadi setelah menteri keuangan Rusia menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam G-20 harus berupaya keras menjauhi praktek manipulasi mata uang. Selain itu, data mengenai kinerja emiten juga cukup mengecewakan.

"Investor saat ini menunggu apakah pertemuan G-20 pada pekan ini akan menyebabkan depresiasi terhadap yen," jelas Hiroaki Hiwada, strategist Toyo Securities Co. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×