kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.915   45,00   0,25%
  • IDX 5.686   -135,24   -2,32%
  • KOMPAS100 734   -18,12   -2,41%
  • LQ45 560   -13,44   -2,35%
  • ISSI 197   -4,32   -2,15%
  • IDX30 318   -7,06   -2,17%
  • IDXHIDIV20 393   -8,51   -2,12%
  • IDX80 84   -2,00   -2,34%
  • IDXV30 107   -1,64   -1,52%
  • IDXQ30 103   -2,09   -1,99%

Investor menjual saham eksportir Jepang


Jumat, 15 Februari 2013 / 08:21 WIB
ILUSTRASI. Aktivitas konstruksi proyek jalan Tol Solo - Yogyakarta - Bandara YIA Kulon Progo.


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Jepang memberi sinyal merah pada transaksi pagi (15/2). Pada pukul 09.57 waktu Tokyo, indeks Topix terpangkas 1,2% menjadi 943,20. Sedangkan indeks Nikkei 225 Stock Average turun 0,9% menjadi 11.208,46.

Pergerakan sejumlah saham turut mempengaruhi bursa Jepang. Beberapa di antaranya yakni saham eksportir Jepang seperti Honda Motor Co yang turun 2,3%, Trend Micro Inc turun 8,5%, Kirin Holdings Co turun 6,9%, dan Tokyo Electric Power naik 5,4%.

Aksi jual yang melanda bursa Negeri Sakura terjadi setelah menteri keuangan Rusia menyatakan bahwa negara-negara yang tergabung dalam G-20 harus berupaya keras menjauhi praktek manipulasi mata uang. Selain itu, data mengenai kinerja emiten juga cukup mengecewakan.

"Investor saat ini menunggu apakah pertemuan G-20 pada pekan ini akan menyebabkan depresiasi terhadap yen," jelas Hiroaki Hiwada, strategist Toyo Securities Co. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×