kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Investor Kabur dari Saham Konglomerasi, Blue Chips Jadi Primadona Baru


Selasa, 21 Oktober 2025 / 03:58 WIB
Investor Kabur dari Saham Konglomerasi, Blue Chips Jadi Primadona Baru
ILUSTRASI. Investor tampak beralih dari saham-saham konglomerasi yang sebelumnya menopang laju IHSG, menuju saham blue chips. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Rilanda Virasma | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Dalam situasi pasar yang bergejolak ini, para analis sepakat bahwa investor perlu bersikap selektif.

“Penting untuk menjaga diversifikasi portofolio dan memantau perkembangan makroekonomi, serta kebijakan yang dapat mempengaruhi sektor lainnya, termasuk konglomerasi,” ujar Harry.

Reza menyarankan investor melakukan rebalancing portofolio bertahap, fokus pada saham blue chips likuid dan berfundamental kuat, terutama perbankan yang tengah diuntungkan sentimen penurunan suku bunga dan potensi inflow institusi.

Ekky pun menegaskan, saat ini adalah fase akumulasi, bukan mark up.

“Fase saat ini masih merupakan tahap akumulasi, belum mark up, namun jika sentimen tetap positif, potensi penguatan bisa terlihat dalam beberapa bulan ke depan atau awal tahun mendatang,” kata Ekky.

Tonton: IHSG Melaju Hari Ini (20 Oktober 2025)

Sektor dan Saham Rekomendasi

Ekky menyoroti sektor perbankan, properti, dan konsumsi seperti rokok, makanan, dan tekstil sebagai pilihan utama. Selain itu, sektor energi terbarukan serta bahan baku seperti baja dan nikel juga masih prospektif.

Harry menambahkan, saham komoditas, khususnya emas, tetap menarik selama harga global tinggi. Untuk sektor defensif, FMCG dan ritel modern menjadi opsi aman di tengah volatilitas pasar.

Berikut beberapa rekomendasi saham pilihan:

  • BBCA – target harga Rp 9.600
  • TLKM – Rp 3.900
  • ICBP – Rp 12.800
  • AMRT – Rp 3.000
  • JPFA – Rp 2.000

Sementara untuk peluang jangka pendek, Reza menyarankan memperhatikan UNVR, MAPA, BBCA, dan BBTN.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×