kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45845,50   -13,12   -1.53%
  • EMAS1.347.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Investor Gencar Berinvestasi di Meme Coin Pepe, Nilainya Pun Meroket


Jumat, 15 Maret 2024 / 18:57 WIB
Investor Gencar Berinvestasi di Meme Coin Pepe, Nilainya Pun Meroket
ILUSTRASI. Sebagian investor pun mulai berminat untuk berinvestasi di produk kripto lain seperti Pepe Coin (PEPE). Adapun PEPE adalah meme coin deflasi yang diluncurkan di Ethereum.


Reporter: Nadya Zahira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga sejumlah aset kripto terus mencetak rekor harga tertinggi jelang peristiwa halving. Sebagian investor pun mulai berminat untuk berinvestasi di produk kripto lain seperti Pepe Coin (PEPE). Adapun PEPE adalah meme coin deflasi yang diluncurkan di Ethereum. 

Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibarahim Assuaibi melihat, investor atau trader saat ini lebih minat untuk berinvestasi  di cryptocureency atau kripto-kripto kecil salah satunya seperti PEPE. Dia menyebutkan, pada perdagangan hari ini, Jumat (15/3) transaksi pembelian PEPE naik sebesar 49,04%. 

“Bahkan PEPE sejak awal tahun, dari Januari sampai Maret ini nilainya telah meroket sebesar 606,8%. Jadi artinya memang minat investor terhadap kripto berbasis meme sedang meningkat,” ujar Ibrahim kepada Kontan.co.id, Jumat (15/3). 

Ibrahim menjelaskan, kripto PEPE sedang diminati banyak investor atau trading karena selain harganya yang relatif murah, sosialisasi melalui influencer nya juga sangat kencang. Artinya, PEPE mempunyai strategi pemasaran yang cukup baik dan tinggi. 

“Siapa yang sering melakukan promosi khususnya di media online, pasti akan menarik para investor. Apalagi, bersamaan dengan Bitcoin yang juga sedang naik secara signifikan,” kata Ibrahim. 

Baca Juga: Harga Bitcoin Turun Signifikan ke Level US$ 67.919, Simak Sentimennya

Ibrahim mengatakan, ketika Bitcoin terus naik, maka sebagian besar para investor akan beralih ke kripto-kripto yang harganya lebih murah. Pasalnya, kripto PEPE juga banyak diminati oleh para investor milenial dan masyarakat kalangan menengah. 

“PEPE ini dijadikan sebagai salah satu investasi yang cukup menarik. Sedangkan Bitcoin harganya lebih mahal, sehingga kaum millenial dan masyarakat menengah ini lebih condong ke kripto-kripto yang harganya di bawah dolar salah satunya PEPE,” kata dia. 

Namun demikian, dia mengatakan bahwa investor harus tetap berhati-hati. Pasalnya, baru beberapa bulan saja kripto PEPE ini sudah mengalami kenaikan hingga 600%, sehingga diprediksi penurunannya juga berlangsung cukup drastis. 

“Harus diperhatikan, pada saat Bitcoin mengalami koreksi, maka ada kemungkinan besar PEPE pun juga akan terkoreksi,” imbunnya.

Chief Executive Officer (CEO) Triv Gabriel Rey De Leroy juga bilang, kripto PEPE memang sedang dilirik banyak investor atau trader. Bahkan, di website Triv sendiri selama tiga hari kemarin, meme coin tersebut menjadi top aset pilihan para investor dan berhasil mengalahkan Bitcoin. 

“Memang selama tiga hari kemarin, PEPE ini jadi top aset pilihan para investor, ada dirutan nomer satu, dan Bitcoinnya menjadi nomer dua. Ditambah inflow masuk uangnya ke PEPE ini tidak main-main,” kata Gabriel kepada Kontan.co.id, Kamis (14/3). 

Dia menyebutkan, berdasarkan market activity milik Triv, tercatat yang membeli kripto PEPE sebesar 70% dan yang menjual hanya 30%. Menurut dia, saat ini khususnya investor ritel lebih heboh untuk memilih meme kripto karena kenaikannya lebih tinggi dan harganya lebih terjangkau. 

Baca Juga: Nilai Transaksi Naik, Investor Kripto di Indonesia Tembus 19 Juta Per Februari 2024

Namun, Gabriel menyarankan kepada investor yang ingin berinvestasi di coin meme harus tetap berhati-hati karena bisa saja sewaktu-waktu akan mengalami penurunan yang cukup signifikan, sehingga jangan menggunakan uang panas. 

Selain itu, dia memprediksi bahwa PEPE kenaikannya hanya berlangsung selama beberapa bulan saja, bukan tahunan. 

“Investor juga harus selalu melihat inflow uangnya, ketika sudah mulai redup dan ketika sudah tidak dibicarakan di media sosial, maka saatnya beralih ke Bitcoin atau Altcoin,” kata Gabriel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×