kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Investor Berburu Cuan dari Saham Pembagi Dividen Tinggi, Begini Saran Analis


Senin, 23 Februari 2026 / 05:16 WIB
Investor Berburu Cuan dari Saham Pembagi Dividen Tinggi, Begini Saran Analis
ILUSTRASI. IHSG - IDX (REUTERS/Willy Kurniawan). Musim dividen final segera tiba! Ada saham bank BUMN yang diproyeksikan memberikan yield hingga 9,2%. Cari tahu kapan waktu terbaik untuk masuk.


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Musim pembagian dividen final di Bursa Efek Indonesia (BEI) segera tiba. Secara historis, emiten mulai menyalurkan dividen final antara bulan Maret hingga Juni. 

Berbeda dengan dividen interim, dividen final hanya dibagikan satu kali setahun setelah laporan keuangan tahunan disetujui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Musim dividen final menjadi periode puncak bagi investor untuk meraih keuntungan, baik dari pembagian dividen maupun kenaikan harga saham. 

Biasanya, harga saham emiten cenderung meningkat menjelang cum date dividen, sehingga peluang capital gain dan dividen yield bisa diraih bersamaan.

Baca Juga: IHSG Terkoreksi 8,2% Sebulan, Saham Dividen Tinggi 2026 Ini Layak Dilirik

Indikasi positif sudah mulai terlihat. Tercermin dari pergerakan indeks IDX High Dividend20 yang mencatat kenaikan sepanjang tahun berjalan. Pada Jumat pekan lalu (20/2/2026), indeks yang berisi 20 saham pembagi dividen ini berada di level 522,03 atau menguat 2,38% secara year to date (YtD).

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menilai konstituen indeks High Dividend20 masih bisa menjadi acuan bagi investor dalam memilih emiten dengan dividen menarik. 

"Indeks HDIV20 tetap jadi screening awal yang bagus, tapi investor jangan mengandalkan indeks ini tanpa analisa lanjutan," ujar Wafi, Minggu (22/2/2026).

Menurut Wafi, investor belum terlambat untuk masuk ke saham pembagi dividen karena mayoritas distribusi dividen terjadi pada akhir Maret hingga Mei. Masih ada ruang untuk mengamankan capital gain sekaligus dividen yield.

Senada, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menyebut investor bisa memprioritaskan saham emiten dengan dividend yield di atas 5%. Biasanya, emiten dari sektor perbankan dan komoditas menawarkan rasio dividen seperti itu.

Baca Juga: Kinerja Saham Lapis Kedua Mulai Tersendat, Begini Saran Analis

Nafan menyoroti saham bank Himbara sebagai pilihan menarik, misalnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang diperkirakan akan membagikan dividen dari laporan keuangan 2025 dengan dividend payout ratio sekitar 78%, sama seperti tahun sebelumnya. 

Valuasi BMRI juga masih tergolong murah dengan price earning ratio (PER) 8,50x.

Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp 56,3 triliun pada 2025, naik 0,93% secara tahunan. Jika ividend payout ratio  tetap 78%, total dividen berpotensi mencapai Rp 43,9 triliun atau sekitar Rp 472 per saham. Berdasarkan harga saham BMRI pada Jumat (20/2), dividend yield-nya sekitar 9,2%.

 

Pengamat Pasar Modal Universitas Indonesia, Budi Frensidy, menilai harga saham yang relatif rendah membuat dividen menawarkan return menarik. 

"Dividend yield emiten bisa lebih tinggi dibanding bunga deposito atau kupon obligasi pemerintah. Saat ini, saham emiten pembagi dividen relatif murah dan menarik untuk dicermati,” kata Budi.

Baca Juga: Besok (10/9) Penawaran Umum IPO Saham SUPA Dibuka, Cek Saran Analis Sebelum Beli

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Miftahul Khaer, menambahkan, saham emiten perbankan masih prospektif di 2026 karena kinerjanya bergantung pada pertumbuhan kredit, kualitas aset, dan tren suku bunga. 

"Belum terlambat untuk masuk, asalkan valuasi masih masuk akal dan strategi investasi dilakukan bertahap dengan fokus pada fundamental yang kuat," ujar Miftahul. 

Selanjutnya: IHSG Terkoreksi 8,2% Sebulan, Saham Dividen Tinggi 2026 Ini Layak Dilirik

Menarik Dibaca: Panduan Jadwal Imsakiyah Ramadhan 2026 di Purbalingga 2026, Catat ya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×