kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Intip Saham-Saham Unggulan yang Dinilai Tahan Banting Terhadap Lonjakan Inflasi


Rabu, 20 September 2023 / 11:25 WIB
Intip Saham-Saham Unggulan yang Dinilai Tahan Banting Terhadap Lonjakan Inflasi


Reporter: Ridwan Nanda Mulyana | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Potensi lonjakan inflasi menyeruak di tengah kenaikan harga barang kebutuhan pokok dan energi. Ini bisa membawa sentimen negatif bagi sejumlah saham.

Head of Research Mega Capital Sekuritas, Cheril Tanuwijaya menyoroti laju harga barang pokok seperti beras serta harga minyak bumi. Sebulan terakhir, harga minyak mentah melaju sekitar 15%, dibanding kenaikan bulan Juli ke Agustus yang sekitar 10%.

Sedangkan belakangan ini, tren harga beras sedang menanjak di sejumlah daerah. "Kami perkirakan inflasi September akan kembali naik, namun masih di dalam batas target Bank Indonesia (BI) di 2%-4%," ungkap Cheril kepada KONTAN, Selasa (19/9).

Baca Juga: Simak Rekomendasi Saham MDKA, BBRI dan ASII untuk Perdagangan Rabu (20/9)

Chief Economist & Investment Strategist Manulife Aset Manajemen Indonesia, Katarina Setiawan menimpali, secara tahunan, inflasi umum pada September justru berpotensi turun akibat pudarnya dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada September 2022. 

"Kami melihat inflasi umum tahun ini masih akan berada di kisaran target BI yaitu 3% +/- 1%," terang Katarina.

 

Maka Head of Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Martha Christina melihat pelaku pasar justru akan lebih mencermati BI saat merespons potensi kenaikan inflasi tersebut. 

Alhasil, Cheril melihat kenaikan inflasi akan membawa sentimen negatif bagi sejumlah saham. Terutama saham emiten barang dan jasa konsumsi non-primer (consumer cyclicals).

Baca Juga: Begini Proyeksi Pergerakan Rupiah untuk Hari Ini (20/9)

Secara sektoral, IDX consumer cyclicals Selasa (19/9), anjlok 1,32% saat mayoritas sektor mengalami penguatan. Melanjutkan kinerja merah Senin (18/9), IDX consumer cyclicals ambles 2,32%.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×