kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.825.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.241   -67,00   -0,39%
  • IDX 7.129   -249,12   -3,38%
  • KOMPAS100 967   -37,26   -3,71%
  • LQ45 691   -25,11   -3,51%
  • ISSI 259   -8,46   -3,16%
  • IDX30 382   -11,34   -2,88%
  • IDXHIDIV20 471   -11,15   -2,31%
  • IDX80 108   -4,04   -3,60%
  • IDXV30 137   -2,36   -1,69%
  • IDXQ30 123   -3,19   -2,53%

Intip Proyeksi Pergerakan IHSG pada Senin (27/4) dan Rekomendasi Sahamnya


Senin, 27 April 2026 / 06:00 WIB
Intip Proyeksi Pergerakan IHSG pada Senin (27/4) dan Rekomendasi Sahamnya
ILUSTRASI. Untuk pekan ini, analis memperkirakan IHSG berada di fase kritikal karena saat ini menguji area support kuat di 7.100–7.125. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 249,116 poin atau 3,38% ke 7.129,49 pada akhir perdagangan Jumat (24/4/2026).

Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana mengatakan dari sisi global, tekanan IHSG masih datang dari tingginya suku bunga global yang membuat arus dana asing cenderung keluar dari emerging markets, termasuk Indonesia, tercermin dari akumulasi net sell asing yang sudah mencapai sekitar Rp 40 triliun sepanjang 2026. 

Di saat yang sama, pelemahan nilai tukar rupiah yang sudah menyentuh area Rp 17.200–Rp 17.300 per dolar AS memperbesar kekhawatiran investor terhadap stabilitas makro dan beban impor, terutama untuk sektor perbankan, energi dan industri.

Baca Juga: Laba Sumber Tani (STAA) Turun Saat Pendapatan Naik 49%, Begini Rekomendasinya

Untuk pekan ini, Hendra memperkirakan IHSG berada di fase kritikal karena saat ini menguji area support kuat di 7.100–7.125. Jika level ini tidak mampu dipertahankan, maka potensi pelemahan lanjutan terbuka ke area psikologis berikutnya di kisaran 6.950–7.000. 

Namun secara teknikal, karena penurunan sudah cukup dalam dalam waktu singkat, peluang technical rebound tetap ada, terutama jika muncul sentimen positif seperti penguatan rupiah atau stabilisasi pasar global. 

Rebound yang terjadi kemungkinan masih bersifat terbatas, dengan resistance awal di 7.150–7.200, dan belum bisa dikategorikan sebagai pembalikan tren selama belum ada kembalinya aliran dana asing secara signifikan. 

"Dengan kata lain, market masih berada dalam fase volatile downtrend dengan potensi swing jangka pendek," kata Hendra kepada Kontan, Jumat (24/4/2026) lalu.

Baca Juga: Saham dengan Konsentrasi Tinggi Keluar, Cek Rekomendasi Pendatang Baru di Indeks LQ45

Chief Executive Officer Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menambahkan IHSG diperkirakan menguat di kisaran 7.017-7.304 di perdagangan Senin (27/4/2026).

"Pekan ini potensi rebound jelang akhir bulan April. Faktor penyebab lebih kepada speculative buy, memanfaatkan harga saham yang telah terdiskon, khususnya pada saham-saham di sektor energi, logam, dan perbankan," ucap Praska.

Sementara itu, Senior Technical Analyst Panin Sekuritas, Mayang Anggita mencatat penutupan IHSG di perdagangan sebelumnya berada di zona merah dengan support terdekat di rentang 6.917–7.022. 

"Jika level ini ditembus, indeks berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 6.640–6.745," ujar Mayang.

Sementara itu, resistance berada di kisaran MA20 dan MA5 pada level 7.380–7.430.

Hendra bilang investor perlu mencermati beberapa sentimen kunci di perdagangan pekan depan, antara lain pergerakan rupiah terhadap dolar AS, arah kebijakan suku bunga global terutama dari The Fed, serta perkembangan harga komoditas seperti minyak dan logam.

Selain itu, aliran dana asing akan menjadi indikator utama terkait tekanan mulai mereda atau justru berlanjut. Jika net sell asing masih besar, maka potensi rebound akan terbatas. Dari domestik, stabilitas yield obligasi pemerintah dan respons kebijakan otoritas juga akan menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan pasar.

Untuk saham menarik, Hendra mengungkapkan pendekatan yang relevan saat ini adalah mencari sektor berbasis komoditas dan defensif yang relatif lebih tahan terhadap pelemahan rupiah. 

Beberapa ide trading yang masih menarik antara lain ESSA dengan potensi technical rebound menuju area Rp 1.000–Rp 1.100 seiring ekspektasi perbaikan sektor energi dan amonia, LSIP yang didukung harga CPO dengan target spekulatif di kisaran Rp 1.700–Rp 1.810, serta TINS dan ANTM yang berpotensi rebound mengikuti pergerakan harga komoditas logam dengan target masing-masing di area Rp 3.900–Rp 4.070 dan Rp 4.000–Rp 4.200. 

Baca Juga: Rupiah Berpotensi Lanjut Melemah, Ini Proyeksi Senin (27/4)

"Namun perlu ditekankan bahwa rekomendasi ini bersifat trading jangka pendek (speculative buy), bukan untuk investasi agresif, mengingat tren besar IHSG masih dalam tekanan," tambah Hendra.

Sementara itu, Praska menyarankan untuk melirik saham BBRI di target harga Rp 3.450, BBRI di Rp 4.300, MAPI di target harga RP 1.350, PTRO di posisi RP 7.000, PGAS dengan level target Rp 2.300 serta PGEO pada target harga Rp 1.300 per saham. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×