kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Intip Peta Persaingan Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI pada 2026


Minggu, 11 Januari 2026 / 20:26 WIB
Intip Peta Persaingan Saham Dengan Market Cap Terbesar di BEI pada 2026
ILUSTRASI. Suasana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta (KONTAN/Cheppy A. Muchlis). Peta jajaran saham dengan kapitalisasi pasar alias market cap pada 2026 tampaknya masih akan didominasi oleh saham emiten milik para konglomerat.


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Noverius Laoli

Menurutnya, sektor yang sejalan dengan program kerja pemerintah menjadi salah satu sentimen yang sangat kuat karena berhubungan langsung dengan regulasi. Selain itu, aksi korporasi juga menjadi faktor penentu. 

“Aksi korporasi dari suatu perusahaan juga menjadi faktor pennant, seberapa jauh saham tersebut mampu melangkah mengalami kenaikkan,” ucap Nico.

Dia menilai saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) berpotensi masuk ke dalam jajaran 10 besar sebagai saham dengan market cap terbesar di BEI. 

Baca Juga: Di Tengah Reli IHSG, Cermati Saham Net Sell Terbesar Asing Sepekan Terakhir

“Karena ke empat saham tersebut  memiliki peluang yang cukup besar. Baik secara sentimen dan fundamental serta sosok yang di belakang perusahaan tersebut,” ucap Nico. 

Nafan Aji Gusta, Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas menuturkan potensi persaingan masih terbuka lebar di 2025. Selain kinerja para emiten yang sudah eksisting, emiten baru juga berpotensi menambah persaingan. 

Apalagi, Bursa Efek Indonesia terus menargetkan bisa membawa lebih banyak lighthouse company untuk bisa IPO, perusahaan dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 2 triliun dan memiliki minimal 15% free float. 

Pada 2026, BEI menargetkan ada 6 lighthouse company yang bisa melantai di pasar saham. Angka tersebut tinggi dibandingkan target pada 2025, di mana BEI hanya mengincar IPO dari lima perusahaan mercusuar. 

“Namun dari emiten yang sudah ada, saham BRMS dan INCO berpotensi masuk ke dalam jajaran 10 besar. Kedua saham itu sedang mendapatkan katalis dari kenaikan harga komoditas dunia,” jelas Nafan. 

Baca Juga: IHSG Ditutup di Level 8.936, Intip Saham Net Buy Terbesar Asing di Akhir Pekan

Dari jajaran saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI, Nafan menyukai saham BBCA dengan target harga di Rp 8.700, BBRI dengan target harga terdekat di Rp 3.820, BMRI di Rp 5.500 dan TLKM dengan target di Rp 3.600. 

Sementara, Indy menilai investor masih dalam mencermati saham BBCA dengan target harga di Rp 10.000. Kemudian, investor juga dapat mencermati BMRI dengan target harga Rp 5.500 dan saham TPIA di Rp 7.800. 

Selanjutnya: Dirjen Pajak Bimo: Tidak Ada Lagi Budaya Feodal di Lingkungan DJP

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×