kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45925,33   5,83   0.63%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Intip Kemajuan Proyek Pembangkit Listrik Minihidro Milik Arkora Hydro (ARKO)


Rabu, 22 November 2023 / 14:22 WIB
Intip Kemajuan Proyek Pembangkit Listrik Minihidro Milik Arkora Hydro (ARKO)
ILUSTRASI. Aktivitas pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) milik PT Arkora Hydro Tbk (ARKO).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Arkora Hydro Tbk (ARKO) menyampaikan kemajuan dua proyek pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) miliknya, yakni PLTM Yaentu dan PLTM Kukusan.

PLTM Yaentu merupakan proyek pembangkit listrik tenaga air milik ARKO yang berlokasi di Poso, Sulawesi Tengah. PLTM ini berkapasitas 2 x 5 Megawatt (MW) dengan produksi listrik 62.476 megawatt hour (Mwh) per tahun.

Direktur Utama ARKO Aldo Artoko menyebut,  kemajuan proyek Yaentu sudah mencapai 95,5% dan saat ini sudah memasuki tahap instalasi turbin dan generator. “Diharapkan bisa commercial operation date (COD) pada kuartal kedua 2024,’ kata Aldo dalam paparan publik yang digelar virtual, Rabu (22/11).

Sementara, kemajuan proyek Kukusan saat ini masih berkisar 7,5%-8%. ARKO berekspektasi PLTM Kukusan bisa melangsungkan commercial operation date (COD) pada kuartal ketiga 2025. Kukusan adalah proyek pembangkit listrik tenaga air milik ARKO yang berlokasi di Lampung, berkapasitas 5,4 MW, dan mampu memproduksi listrik 62.476 MWh per tahun.

Baca Juga: Arkora Hydro (ARKO) Dirikan Anak Usaha Baru

Dengan beroperasinya PLTM Yaentu, total produksi listrik ARKO diperkirakan mencapai 139.819 MWh pada 2024. Sedangkan jika PLTM Kukusan beroperasi, total kapasitas produksi ARKO diestimasikan mencapai 177.510 MWh pada 2025.

Saat ini, ARKO sudah mengoperasikan dua pembangkit, yakni Cikopo II yang berlokasi di Garut, Jawa Barat serta Tomasa yang berlokasi di Poso. Cikopo II memiliki kapasitas 7,4 MW, dengan produksi listrik mencapai 43.117 MWh pada 2021  dan 53.679 MWh pada 2022.

Sementara, Tomasa memiliki kapasitas 2x5 MW, dengan produksi listrik 52.623 MWh pada 2021 dan 60.735 MWh pada  2022.

Aldo mengaku, produktivitas dua pembangkit ini cukup bagus walaupun sepanjang tahun ini Indonesia dibayangi oleh musim kering ekstrem atau El Nino. PLTM Cikopo masih berproduksi dengan load factor 65%, pun demikian dengan Tomasa dengan load factor 65%.

”Suatu pencapaian yang lebih baik dari perkiraan. Karena siklus produksi listrik naik dan turun tergantung dari cuaca kering atau basah,” ujar Aldo.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×