kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.871.000   -23.000   -1,21%
  • USD/IDR 16.420   -15,00   -0,09%
  • IDX 7.095   -46,49   -0,65%
  • KOMPAS100 1.030   -10,30   -0,99%
  • LQ45 803   -9,10   -1,12%
  • ISSI 223   -2,38   -1,06%
  • IDX30 419   -4,71   -1,11%
  • IDXHIDIV20 502   -8,79   -1,72%
  • IDX80 116   -1,49   -1,27%
  • IDXV30 119   -2,82   -2,32%
  • IDXQ30 138   -1,77   -1,27%

Intiland mulai menggarap dua proyek baru


Senin, 16 Juli 2012 / 11:08 WIB
Intiland mulai menggarap dua proyek baru
ILUSTRASI. Karyawan money changer menghitung mata uang dollar US di salah satu money changer Jakarta, Rabu (5/5). ./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/05/05/2021.


Reporter: Astri Kharina Bangun | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Intiland Development Tbk (Intiland) mulai mengerjakan dua proyek baru di semester kedua 2012. Proyek yang berlokasi di Jakarta Selatan tersebut ialah kawasan residensial One Park Avenue dan kawasan terpadu South Quarter.

Executive Director Capital and Investment Management Intiland Archied Noto Pradono menuturkan, konstruksi kedua proyek tersebut bisa rampung dalam tiga tahun. Untuk South Park, konstruksi bakal dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diperkirakan bisa menelan dana Rp 1,3 triliun. Sementara itu, untuk One Park Avenue, biaya konstruksi diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.

"Pada tahun ini saja, kebutuhan dana untuk kedua proyek ini belum terlalu besar. Hanya untuk pekerjaan fondasi. Masing-masing sebesar Rp 100 miliar," ujar Archied, Jumat (13/7).

Sumber pembiayaan proyek akan lebih banyak menggunakan dana dari pre-sales dan cash flow. Sisanya akan mengambil dari pinjaman perbankan. Namun, Archied belum dapat menyebutkan komposisinya.

Selain One Park Avenue dan South Quarter, proyek baru yang digarap emiten berkode saham DILD tahun ini adalah Aeropolis Residence (Tangerang-Banten). Namun, berbeda dengan dua proyek lainnya, Aeropolis sudah mulai tahap pemasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×