kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45923,47   -12,05   -1.29%
  • EMAS1.345.000 0,75%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Intermedia Capital (MDIA) Alokasikan Rp 120 Miliar Tuntaskan Migrasi ke TV Digital


Jumat, 21 Juli 2023 / 08:05 WIB
Intermedia Capital (MDIA) Alokasikan Rp 120 Miliar Tuntaskan Migrasi ke TV Digital


Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Syamsul Azhar

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anak perusahaan PT Visi Media Asia Tbk (VIVA), PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) mengalokasi belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp120 miliar untuk tahun 2023. Dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk memaksimalkan Analog Switch-Off (ASO) alias migrasi dari siaran TV analog ke TV digital.

Hal tersebut diungkapkan Direktur MDIA, Arhya Winastu Satyagraha usai pelaksanaan public ekspose yang digelar di The Convergence Indonesia, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kamis (20/7).

Untuk belanja modal tahun ini, MDIA akan difokuskan untuk pendanaan ASO. Hal tersebut seperti yang tertuang pada pasal 60 A Undang-Undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja, sebagai pembaharuan dari Undang-Undang nomor 32 tahun 2002 tentang Penyiaran.

 

“Kami menyebutnya ini tahap satu, yang dimulai di tahun lalu, karena penerapan ASO ini kan di mulai bulan November tahun 2022. Budget kita untuk ASO sebesar Rp120 miliar,” jelas Direktur MDIA.

Baca Juga: Upaya Bebas dari Utang, Visi Media (VIVA) Lakukan Private Placement

Arhya kemudian menjelaskan, nominal maksimal belanja modal yang akan digelontorkan adalah Rp180 miliar, namun akan diberikan bertahap sampai 2024 mendatang.

“Tapi secara total bisa Rp 180 miliar tapi itu bertahap sampai 2024. Lalu sekitar Rp 30 miliar dialokasikan untuk mengendalikan konten TV,” ungkapnya.

Program migrasi TV analog ke digital alias analog switch-off (ASO) juga dinilai memberikan tantangan. Pasalnya ini berkaitan pendapatan iklan TV free-to-air (FTA).

Sehingga, TV FTA  MDIA harus memanfaatkan momentum ASO yang membuka ruang bagi TV FTA untuk menciptakan nilai tambah layanannya agar tetap memiliki daya saing dalam ekosistem media di tengah menjamurnya layanan Over-The Top (OTT).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×