kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   -50.000   -1,72%
  • USD/IDR 17.110   58,00   0,34%
  • IDX 7.308   28,38   0,39%
  • KOMPAS100 1.009   3,07   0,31%
  • LQ45 734   0,28   0,04%
  • ISSI 264   3,48   1,33%
  • IDX30 393   -5,78   -1,45%
  • IDXHIDIV20 480   -6,76   -1,39%
  • IDX80 114   0,27   0,24%
  • IDXV30 133   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 127   -1,85   -1,43%

Instrumen investasi saham paling jeblok pada kuartal I-2020, seperti apa prospeknya?


Kamis, 02 April 2020 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Pekerja melintas di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Herlina Kartika Dewi

Untuk itu, Rudiyanto menilai proses pemberian stimulus akan lebih mudah dan merata ke masyarakat dan perusahaan yang dianggap terdampak. Hal tersebut membuat ekonomi akan tumbuh lebih cepat sehingga cenderung berbentuk V-Shape daripada U-Shape.

“Untuk pasar modal, dari pengamatan beberapa hari terakhir, mulai ada riset yang menyarankan untuk membeli saham-saham dengan valuasi murah. Selain itu, pergerakan saham AS juga tidak terlalu fluktuatif meskipun pertambahan pasien baru masih banyak,” terang Rudiyanto.

Baca Juga: Banyak tekanan di kuartal I-2020, emas dan obligasi bisa jadi pilihan ke depan

Dengan demikian, Rudiyanto melihat ada kemungkinan investor sudah mulai memperkirakan akhir dari pandemik semakin dekat. Selain itu, saat ini tanda-tanda kurva pasien baru AS yang mulai mendekati puncak.

“Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama sudah mencapai puncak kurva dan segera turun. Sehingga akan direspon positif oleh pelaku pasar dan bisa segera rebound,” pungkas Rudiyanto.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×