kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.765.000   -24.000   -0,86%
  • USD/IDR 17.732   -4,00   -0,02%
  • IDX 6.298   -72,19   -1,13%
  • KOMPAS100 832   -10,81   -1,28%
  • LQ45 632   -3,19   -0,50%
  • ISSI 225   -3,39   -1,49%
  • IDX30 361   -0,41   -0,11%
  • IDXHIDIV20 449   1,78   0,40%
  • IDX80 96   -1,06   -1,09%
  • IDXV30 124   -1,45   -1,16%
  • IDXQ30 118   0,71   0,61%

Insiden serangan kapal tanker memanaskan harga minyak dunia


Kamis, 13 Juni 2019 / 22:56 WIB


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Harga minyak melompat menyusul insiden serangan terhadap dua kapal tanker di Teluk Oman dekat Iran dan Selat Hormuz. Serangan yang diduga berasal dari torpedo itu telah berdampak terhadap seperlima konsumsi minyak global.

Mengutip Bloomberg, Kamis (13/6), pukul 22.06 WIB, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman Juli 2019 naik 2,93% ke US$ 52,64 per barel. Sebelumnya naik sebanyak 4,5% menjadi US$ 53,45 per barel

Sedangkan, minyak Brent kontrak Agustus 2019 naik 2,60% ke US$ 61,54 per barel. Sebelumnya naik sebanyak 4,45% menjadi US$ 62,64 per barel.

"Ini adalah peningkatan yang cukup kecil mengingat ketidakpastian dan potensi efek serangan seperti ini. Ini sebagian mencerminkan fakta bahwa pasar minyak telah mempertimbangkan harga dalam pasokan dan risiko geopolitik yang berasal dari Iran," kata Cailin Birch, ekonom di The Economist Intelligence Unit dilansir dari Reuters.

"Namun, itu juga mencerminkan kekhawatiran pasar bahwa perang dagang AS-China yang berkelanjutan akan membebani aktivitas ekonomi, dan karenanya pertumbuhan permintaan minyak, di dua ekonomi terbesar dunia."

Sebelumnya, harga minyak telah merosot di sesi sebelumnya karena kenaikan tak terduga dalam stok minyak mentah AS dan prospek penurunan permintaan minyak global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×