kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.814.000   5.000   0,18%
  • USD/IDR 17.266   44,00   0,26%
  • IDX 7.072   -34,13   -0,48%
  • KOMPAS100 955   -6,68   -0,69%
  • LQ45 682   -4,42   -0,64%
  • ISSI 255   -2,37   -0,92%
  • IDX30 378   -0,88   -0,23%
  • IDXHIDIV20 463   -1,76   -0,38%
  • IDX80 107   -0,70   -0,65%
  • IDXV30 135   -1,18   -0,87%
  • IDXQ30 121   -0,66   -0,55%

Ini Strategi CMNT Hadapi Tekanan Industri Semen dan Kelebihan Kapasitas


Selasa, 28 April 2026 / 21:58 WIB
Ini Strategi CMNT Hadapi Tekanan Industri Semen dan Kelebihan Kapasitas
ILUSTRASI. Pendapatan CMNT naik 1,35% di 2025, sementara rugi bersih menyusut drastis. Cari tahu bagaimana Semen Merah Putih melakukannya di tengah tekanan industri. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri semen dalam negeri masih menghadapi tekanan berat akibat kelebihan kapasitas dan pelemahan permintaan. Kondisi ini membuat tingkat utilisasi produksi nasional hanya berada di sekitar 51%, sementara permintaan tercatat turun sekitar 2%–2,5% pada 2025.

Di tengah situasi tersebut, PT Cemindo Gemilang Tbk (CMNT) melalui merek Semen Merah Putih memilih strategi berbeda untuk menjaga kinerja bisnis. Perusahaan menitikberatkan pada integrasi sistem bisnis berbasis keberlanjutan (sustainability) guna meningkatkan efisiensi operasional sekaligus mendorong pertumbuhan jangka panjang.

Direktur Komersial & Logistik CMNT, Surindro Kalbu Adi, menegaskan bahwa daya saing industri semen saat ini tidak lagi hanya ditentukan oleh skala produksi, melainkan efisiensi sistem secara menyeluruh. Ia menekankan pentingnya transformasi berbasis keberlanjutan dalam operasional perusahaan.

"Sustainability kami posisikan bukan sekadar kewajiban lingkungan, tetapi sebagai fondasi peningkatan kinerja operasional," ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (28/4).

Kinerja Keuangan Membaik di Tengah Tekanan Industri

Strategi efisiensi yang diterapkan CMNT mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang 2025, pendapatan perusahaan tumbuh 1,35% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 8,97 triliun. Di sisi lain, perusahaan juga berhasil menekan berbagai beban operasional dan keuangan.

Baca Juga: Pefindo Sematkan Peringkat idA untuk Cemindo Gemilang (CMNT), Prospek Stabil

Hasilnya, rugi bersih CMNT menyusut signifikan menjadi Rp 150,26 miliar, dari sebelumnya Rp 716,25 miliar. Perbaikan ini mencerminkan efektivitas langkah efisiensi yang dijalankan di tengah kondisi industri yang masih lesu.

Efisiensi Energi Lewat Teknologi WHRS

Salah satu pilar utama efisiensi CMNT adalah implementasi Waste Heat Recovery System (WHRS). Teknologi ini mampu menyuplai sekitar 24% kebutuhan energi produksi klinker, sekaligus menekan emisi karbon hingga sekitar 100.000 ton CO₂.

Selain itu, konsumsi listrik juga berhasil ditekan sekitar 3 kWh per ton klinker. Penerapan teknologi ini menjadi bagian penting dari strategi dekarbonisasi perusahaan di sektor semen yang dikenal padat energi.

Efisiensi Rantai Pasok dan Produk Rendah Karbon

Efisiensi juga diperluas ke sektor rantai pasok melalui integrasi distribusi serta penggunaan kendaraan listrik. Langkah ini diklaim mampu menurunkan emisi hingga sekitar 8.500 ton CO₂ per tahun.

Dari sisi produk, CMNT terus meningkatkan portofolio semen rendah karbon. Saat ini, sekitar 81% produk perusahaan merupakan non-Ordinary Portland Cement (non-OPC), lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang berada di kisaran 71%.

Produk hydraulic cement bahkan mencatat pertumbuhan signifikan hingga 636,5% pada 2025, menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.

Ekspansi Ekspor ke Pasar Global

Selain memperkuat pasar domestik, CMNT juga memperluas ekspansi ekspor melalui unit trading Aastar. Head of Trading Aastar, Samar Gurung, menyebut bahwa permintaan global kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga aspek keberlanjutan dan keandalan pasokan.

 

"Ini membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi produk semen dan klinker dari Indonesia," ujarnya.

Produk CMNT kini telah menjangkau kawasan Asia Pasifik, Oseania, Afrika, hingga Amerika, seiring meningkatnya permintaan global terhadap material konstruksi rendah karbon.

Kapasitas Produksi dan Target Pertumbuhan

Secara kapasitas, CMNT memiliki kemampuan produksi sekitar 11,4 juta ton semen dan 7 juta ton klinker per tahun di Indonesia. Selain itu, perusahaan juga memiliki tambahan kapasitas di Vietnam sebesar 5 juta ton semen dan 3,2 juta ton klinker.

Ke depan, CMNT menargetkan pertumbuhan hingga dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan pasar pada 2026. Target tersebut akan dicapai dengan mengandalkan inovasi berbasis efisiensi, digitalisasi rantai pasok, serta penguatan strategi keberlanjutan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×