kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini sebab nilai IPO 2017 lebih kecil


Senin, 18 Desember 2017 / 14:13 WIB


Reporter: Dede Suprayitno | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) terus mengajak perusahaan baru untuk melantai di pasar modal. Upaya ini secara tidak langsung turut memperbesar kapitalisasi pasar modal. Saat ini kapitalisasi pasar modal berkisar Rp 6.751 triliun.

Samsul Hidayat, Direktur Penilaian BEI menyatakan, nilai perusahaan yang melakukan penerbitan saham perdana alias initial public offering (IPO) pada tahun ini memang lebih kecil, terutama bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. "Tahun lalu, sekitar 16 perusahaan itu Rp 12 triliun-an. Tahun ini, 34 perusahaan Rp 8,8 triliun," kata Samsul di BEI, Jakarta, Senin (18/12).

Meski demikian, dia menyatakan, hal ini menggambarkan banyak perusahaan skala menengah dan kecil yang mulai membuka diri. "Mereka memberi kesempatan kepada orang lain untuk menjadi pemilik perusahaan mereka," katanya.

Menurut Samsul, bukan sebuah masalah bila perusahaan kecil melantai di BEI. Pasalnya, berkaca pada perusahaan teknologi seperti Apple, usai melantai di pasar modal, harga saham Apple justru melejit. Kapitalisasi pasar Apple bahkan kini dua kali lipat kapitalisasi pasar BEI. "Tidak perlu menunggu besar untuk IPO, tapi dengan IPO-lah menjadi besar," lanjutnya.

Dia menambahkan, bila emiten kecil banyak ditransaksi, artinya berkinerja bagus. Apalagi emiten besar yang banyak ditansaksikan. Pasalnya, likuiditas adalah kunci. "Semakin banyak ditransaksikan semakin bagus," imbuhnya.

Samsul menyatakan, selama ini faktor penggerak IHSG banyak terjadi oleh pergerakan emiten dengan kapitalisasi pasar besar. Diantaranya seperti TLKM, BBRI, BMRI, dan lain sebagainya. "Kalau mereka naik, maka indeks naik. Tapi kalau perusahaan kecil-menengah ini naik dua kali lipat sekalipun, tidak begitu nampak," lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×