kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini penyebab OJK belum setujui private placement Tiga Pilar (AISA)


Sabtu, 24 Agustus 2019 / 06:30 WIB
Ini penyebab OJK belum setujui private placement Tiga Pilar (AISA)

Reporter: Dityasa H Forddanta | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penambahan modal melalui skema private placement PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA) berjalan kurang mulus. Pasalnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) belum memberikan lampu hijau untuk aksi korporasi tersebut. 

Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fahri Hilmi mengatakan, alasan pihaknya belum merestui private placement lantaran AISA belum merilis laporan keuangan yang telah diaudit. Laporan keuangan terakhir yang dirilis perusahaan adalah untuk periode 2017. 

Baca Juga: Enam emiten ini harus bayar utang obligasi pada September 2019

Asal tahu saja, perusahaan yang tengah dalam kesulitan keuangan sejatinya tetap berhak menggelar private placement. Tentu, dengan sejumlah persyaratan. 

Merujuk pada POJK 14/2019, private placement bisa dilaksanakan selama lebih dari separuh pemegang saham yang hadir saat RUPSLB setuju dengan aksi korporasi tersebut. 

Poin penting lainnya dalam aturan tersebut adalah, private placement bisa dilakukan jika perusahaan memiliki modal kerja bersih negatif dan liabilitas melebihi 80% dari aset. 

"Untuk memastikan angka 80% itu basisnya adalah laporan keuangan," ujar Fahri kepada Kontan.co.id, Jumat (23/8). Ini mengapa menurut OJK laporan keuangan sangat diperlukan sebelum private placement dilaksanakan. 

Dengan belum direstuinya private placement, maka AISA tidak diizinkan untuk mencatatkan dan mengadministrasikan saham tambahan sampai OJK menetapkan lain. 

Manajemen AISA belum menanggapi lebih jauh soal belum turunnya restu OJK itu. Namun, yang pasti, private placement menjadi penentu bisnis AISA ke depan.

Baca Juga: FKS Masuk ke Tiga Pilar (AISA) Lewat Private Placement

Sebab, dana hasil private placement akan digunakan untuk membayar utang anak usaha AISA, yakni Putra Taro Paloma dan Balarajasa Bosco Paloma, kepada United Overseas Bank (UOB) Oktober nanti. Nilai utangnya Rp 188,02 miliar. 

Jika tidak dibayar, skenario terburuk pailitnya kedua anak usaha tersebut bakal terjadi. 

Adapun total target perolehan private placement AISA sekitar Rp 329,47 miliar. Nilai ini diperoleh dari penerbitan 1.57 saham seri B dengan harga pelaksanaan Rp 210 per saham. 

FKS Food And Ingredients menjadi anchor buyer aksi korporasi tersebut. Keduanya telah menandatangani perjanjian pengambilalihan saham baru pada 6 Agustus.

 



Video Pilihan

TERBARU

×