kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ini penyebab membengkaknya kerugian Delta Dunia Makmur (DOID) hingga kuartal III


Senin, 15 November 2021 / 17:27 WIB
ILUSTRASI. Kontraktor pertambangan batubara PT Bukit Makmur Mandiri Utama atau BUMA, anak usaha PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID). Foto Dok DOID


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) belum sepenuhnya turut menikmati dampak kenaikan harga batubara. Kerugian perusahaan milik Grup Northstar ini justru membesar.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2021, Senin (15/11), DOID sejatinya membukukan pendapatan US$ 596,74 juta. Angka ini naik 20,75% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 494,17 juta.

Beban pokok naik 19,47% secara tahunan menjadi US$ 515,67 juta. Kenaikan ini terbilang masih proporsional mengingat DOID masih mampu mencatat kenaikan laba kotor 29,56% secara tahunan menjadi US$ 81,08 juta.

Baca Juga: Permintaan positif, Mitra Pinasthika Mustika (MPMX) optimalkan penjualan mobil bekas

Namun, beban usaha mengalami kenaikan menjadi US$ 38,94 juta pada kuartal tiga tahun ini dari sebelumnya US$ 21,71 juta pada periode yang sama tahun lalu. 

DOID juga mencatat kenaikan beban keuangan 22,89% secara tahunan menjadi US$ 47,84 juta. Pendapatan keuangan yang pada kuartal tiga tahun lalu sebesar US$ 3 juta juga turun menjadi US$ 767.812.

Tekanan tersebut tak mampu mengkompensasi penurunan beban lain-lain 21,91% secara tahunan menjadi US$ 10,98 juta. Akibatnya, DOID membukukan rugi sebelum pajak penghasilan US$ 13,9 juta.

Kondisi itu pula yang menyebabkan DOID membukukan kerugian bersih US$ 16,1 juta. Angka ini membengkak 336,01% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, US$ 3,69 juta.

Selanjutnya: Adi Sarana Armada (ASSA) incar kenaikan penjualan mobil bekas hingga 15% di tahun ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×