kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Ini Penyebab Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Menyusut pada Semester I


Senin, 04 September 2023 / 11:16 WIB
Ini Penyebab Laba Bersih Bayan Resources (BYAN) Menyusut pada Semester I
ILUSTRASI. Aktivitas perusahaan pertambangan batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).


Reporter: Akhmad Suryahadi | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Laba bersih PT Bayan Resources Tbk (BYAN) tergerus sepanjang semester pertama 2023. Emiten pertambangan batubara ini membukukan laba bersih senilai US$ 723,85 juta pada enam bulan pertama 2023, menyusut 25,4% dari realisasi laba pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 970,75 juta.

Alhasil, Laba bersih per lembar saham yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk  BYAN menurun menjadi US$ 0,02 dari sebelumnya US$ 0,03.

Ada sejumlah faktor yang menekan laba bersih BYAN. Pertama, naiknya sejumlah beban yang ditanggung BYAN pada semester pertama 2023. Seperti beban pokok pendapatan yang naik hingga  56,6% menjadi US$ 975,76 juta dari sebelumnya US$ 623,02 juta.

Salah satu komponen yang naik tinggi adalah biaya royalti/iuran eksploitasi yang melesat 143% menjadi US$ 244,74 juta dari sebelumnya hanya US$ 100,37 juta.

Baca Juga: Tripar Multivision Plus (RAAM) Bangun Dua Bioskosp Baru pada Semester II-2023

Beban penjualan juga naik 76,3% menjadi US$ 48,61 juta dari sebelumnya hanya US$ 27,57 juta. Beban umum dan administrasi naik 7,6% menjadi US$ 66,47 juta dari US$ 61,76 juta. Serta beban keuangan naik 137% dari semula US$ 1,38 juta menjadi US$ 3,29 juta.

Di sisi lain, pendapatan BYAN tidak mampu mengimbangi kenaikan beban-beban tersebut. Pada semester pertama 2023, emiten milik taipan Low Tuck Kwong ini hanya membukukan  kenaikan pendapatan senilai US$ 2,03 miliar atau hanya naik 1,7% dari pendapatan di periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 2,00 miliar.

Secara rinci, pendapatan BYAN didominasi oleh penjualan batubara ekspor ke pihak ketiga senilai US$ 1,78 miliar, disusul penjualan domestik kepada pihak ketiga senilai US$ 158,4 juta. BYAN juga mendapatkan pendapatan dari bisnis non-batubara senilai US$ 3,58 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×