kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Ini kata analis soal anggota baru JII dan JII70


Kamis, 28 November 2019 / 19:42 WIB
Ini kata analis soal anggota baru JII dan JII70
ILUSTRASI. Pengendara melintasi layar pergerakan saham di jalan Jenderal Sudirman Jakarta, Rabu (27/11/2019). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup pada level 6.023,04 atau melemah 3,15 poin dari penutupan hari sebelumnya yang disebabkan melemahnya sektor agrib

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Yoyok

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas bursa melakukan rebalancing konstituen Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70. Artinya, kedua indeks tersebut akan memiliki anggota saham syariah yang baru. 

Direktur Riset Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan dengan adanya perubahan ini maka sahan baru yang terpilih memiliki nilai yang baik. Pasalnya JII dan JII70 dipilih dengan memperhitungkan kapitalisasi pasar tertinggi dalam satu tahun terakhir dan rata-rata nilai transaksi harian yang tertinggi. 

Baca Juga: Jakarta Islamic Index (JII) dan JII70 punya anggota baru Desember besok, siapa saja?

"Sehingga tentu JII merupakan saham-saham pilihan yang bisa dipilih di tengah situasi pasar yang suram," jelas Nico saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (28/11). 

Adapun, anggota baru di JII adalah PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA). 

Sementara itu, anggota baru di JII70 adalah PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN), PT Kresna Graha Investama Tbk (KREN), PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). 

Baca Juga: Investor syariah naik 121 kali lipat dalam delapan tahun

Kemudian PT Semen Baturaja (Persero) Tbk (SMBR), PT Selamat Sempurna Tbk (SMSM), PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM), dan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE).

Artinya, imbuh Nico, saham-saham tersebut akan menjadi pilihan investor. "Apalagi saham yang masuk ke dalam JII tentu memiliki debt equity ratio yang terukur, karena konsepnya yang syariah," imbuhnya. 

Nico tak menampik bahwa investor saat ini lebih melihat LQ45, Kompas100 dan Bisnis27 karena masih banyak produk investasi yang mengacu pada LQ45. Tetapi bukan berarti indeks syariah tidak akan menjadi kiblat.

Baca Juga: HM Sampoerna (HMSP): Celah kebijakan cukai tembakau ciptakan persaingan tak sehat

Seleksi ketat untuk anggota indeks syariah dapat menjadi perhatian investor di tengah sulitnya memilih emiten yang memiliki fundamental yang baik. 

Dari anggota baru yang baru saja masuk, Nico merekomendasikan saham MDKA dengan target harga Rp 1.450, RALS dengan target harga Rp 1.350, SMBR dengan target harga Rp 700 dan PGAS dengan target harga Rp 2.450. 

Adapun pada penutupan perdagangan hari ini (28/11) harga MDKA tercatat Rp 1.080, RALS Rp 950, SMBR Rp 404 dan PGAS Rp 1.895. 




TERBARU

Close [X]
×