kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.840   38,00   0,23%
  • IDX 8.284   -6,79   -0,08%
  • KOMPAS100 1.171   -0,80   -0,07%
  • LQ45 840   -1,54   -0,18%
  • ISSI 296   0,09   0,03%
  • IDX30 437   0,84   0,19%
  • IDXHIDIV20 521   1,01   0,19%
  • IDX80 131   -0,07   -0,05%
  • IDXV30 143   0,75   0,53%
  • IDXQ30 141   0,00   0,00%

Ini dia proyek baru SMRA di semester II 2016


Kamis, 14 Juli 2016 / 20:57 WIB
Ini dia proyek baru SMRA di semester II 2016


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) akan mengandalkan proyek di Summarecon Serpong, Bandung dan Karawang untuk mencapai target marketing sales atau pra penjualan tahun ini. Perseroan akan merilis beberapa produk baru di tiga kawasan tersebut di paruh kedua ini.

Adrianto P. Adhi, Direktur Utama SMRA mengatakan pihaknya saat ini tengah mempersiapkan diri untuk meluncurkan proyek-proyek yang bisa menopang pencapaian target tersebut. "Kita akan ada rilis proyek-proyek baru di Serpong, Bandung dan Karawang sesuai dengan perkembangan kondisi pasar.," katanya pada KONTAN, Kamis (14/7).

Di Serpong, SMRA akan meluncurkan kluster perumahan baru bertajuk Thomson yang akan dilego dengan harga di bawah Rp 2 miliar pada kuartal III ini. Namun, Adrianto belum bersedia menyebut jumlah untuk yang akan diluncurkan tersebut.

Kluster Thomsom merupakan kluster kedua yang akan dirilis perseroan tahun ini di Serpong setelah pemasaran kluster Tesla sebanyak 406 unit pada kuartal II lalu yang sudah ludes terjual dengan harga Rp 1,2 miliar - Rp 2 miliar.

Setelah kluster Thomson, SMRA juga akan merilis satu lagi kluster hunian di Serpong. Andrian bilang, peluncuran kluster ketiga tersebut akan tergantung dari kondisi perkembangan pasar sehingga dirinya belum bisa merinci lebih jauh terkait proyek tersebut. Hanya saja unit-unit yang akan ditawarkan nanti masih akan menyasar segmen menengah.

Lalu di Summarecon Emerald Karangan, perseroan juga akan meluncurkan kluster perumahan kedua di paruh kedua ini dengan mengusung nama Elora. Adrianto juga masih belum bersedia menjelaskan lebih rinci terkait proyek tersebut.

Di Kota Mandiri yang baru dirilis Juni lalu ini perseroan telah memasarkan satu kluster hunian bertajuk Advani sebanyak 254 unit. Rumah tersebut dijual dengan harga Rp 690 juta- 1,4 miliar dan telah habis terjual.

Di Summarecon Bandung, emiten properti ini juga menyiapkan sejumlah produk baru. Proyek tersebut akan diluncurkan setelah segala perizinannya telah rampung. "Kluster hunian dan kluster komersial akan terus disiapkan di sana. Tapi mengenai kapan dan seperti apa proyek belum bisa saya sampaikan," ujarnya.

SMRA memiliki lahan seluas 330 ha di Bandung. Perseroan telah merilis dua kluster perumahan di kawasan tersebut sejak tahun lalu yakni kluster Btari dan kluster Amanda lebih dari 400 unit rumah yang dibanderol dengan harga Rp 1,9 miliar- Rp 4 miliar

Sepanjang semester I, SMRA baru mengantongi marketing sales Rp 1,4 triliun atau 31% dari target yang dipasang tahun ini yakni Rp 4,5 triliun. Kendati begitu, Adrianto masih optimis target dapat dicapai tahun ini lewat berbagai produk baru yang disiapkan perseroan.

Adrianto melihat industri properti tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya di tengah banyaknya dukungan lewat berbagai kebijakan yang diberikan pemerintah seperti Tax Amnesty, pelonggaran LTV dan kredit inden serta penurunan suku bunga.

Ia menilai tax amnesty akan meningkatkan penjualan bisnis properti karena akan banyak dana-dana yang selama ini terparkir di luar negeri kembali masuk ke Indonesia. Namun, dirinya belum bisa menghitung seberapa besar dampak kebijakan tersebut bisa menopang penjualan SMRA. "Kita masih menunggu PMKnya dan mempelajari aturan teknisnya seperti apa," kata Adrianto.

Kendati berdampak besar pada penjualan properti, SMRA tidak menyediakan proyek khusus untuk menyasar dana repatriasi. Adrianto bilang, pihaknya tetap menjalankan proyek yang sudah ada dalam rencana bisnis tahun ini yakni tetap menyasar segmen menengah. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×