kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Ini alasan mengapa OJK mengawasi reksadana investor tunggal


Rabu, 11 September 2019 / 12:10 WIB

Ini alasan mengapa OJK mengawasi reksadana investor tunggal


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan pengawasan terhadap transaksi efek dalam portofolio investasi reksadana yang dimiliki oleh investor tunggal. Hal ini seiring adanya penemuan tingginya tingkat aktivitas pemanfaatan reksadana sebagai sarana perbaikan pembukuan atau financial engineering oleh sejumlah pihak.

Berdasarkan surat keterangan yang diterima Kontan.co.id, per 27 Agustus 2019 Direktorat Pengelolaan Investasi mencatat terdapat 2.158 reksadana dengan nilai dana kelolaan mencapai Rp 536,52 triliun. Dari jumlah tersebut, terdapat 689 reksadana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190,82 triliun.

Adapun 621 reksadana di antaranya merupakan reksadana investor tunggal dengan portofolio investasi lebih dari satu efek atau non tunggal. Dana kelolaan reksadana seperti ini sebesar Rp 181,38 triliun.

Baca Juga: Dana kelolaan reksadana pasar uang melesat Rp 5,25 triliun sepanjang Agustus

Di samping itu, terdapat 68 reksadana investor tunggal dengan portofolio investasi tunggal atau hanya satu efek. Total dana kelolaan reksadana ini mencapai Rp 9,44 triliun.

Dari situ, OJK merasa perlu melakukan peninjauan kembali terhadap keberadaan reksadana dengan investor tunggal tersebut.

Selama masa peninjauan kembali berlangsung, manajer investasi dilarang menerbitkan reksadana dengan investor tunggal.

Manajer investasi yang telah melakukan pengelolaan terhadap reksadana dengan investor tunggal, maka wajib menyampaikan surat pernyataan kepada OJK dalam jangka waktu paling lambat 10 hari sejak imbauan tersebut diberlakukan.

Baca Juga: OJK berencana mengawasi reksadana berkepemilikan tunggal, begini kata analis

Surat ini berisi nama reksadana investor tunggal, jumlah dana kelolaan, dana nama portofolio efek yang terdapat di dalamnya serta pernyataan untuk tidak melakukan penambahan portofolio efek.

OJK menyebut, kebijakan ini berlaku bagi semua jenis reksadana termasuk reksadana syariah. Pengecualian diberlakukan untuk investasi yang dilakukan oleh pemodal tax amnesty.


Reporter: Dimas Andi
Video Pilihan

Tag
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0013 || diagnostic_api_kanan = 0.0025 || diagnostic_web = 0.1778

Close [X]
×