Reporter: Sugeng Adji Soenarso | Editor: Tendi Mahadi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Kino Indonesia Tbk (KINO) masih upayakan mengejar pemulihan kinerja perusahaan.
"Pencapaian target menjadi sesuatu yang masih kami kejar meskipun masih ada ketidakpastian dalam situasi ekonomi sekarang," ujar Direktur dan Sekretaris Perusahaan KINO, Budi Muljono kepada Kontan.co.id, Senin (25/10).
Lanjutnya, meskipun pandemi relatif dapat cukup teratasi namun pihaknya tetap mewaspadai akan adanya gelombang ketiga. Asal tahu saja, pihaknya secara umum masih menargetkan pendapatan maupun laba bersih akan mencapai level yang sama seperti tahun 2020 lalu.
Adapun, pendapatan KINO terkikis 11,87% (yoy) menjadi Rp 1,93 triliun pada semester I-2021. Di saat yang sama, laba bersih KINO tergerus 68,22% (yoy) menjadi Rp 37,70 miliar.
Baca Juga: Laba bersih naik di atas ekspektasi, ini rekomendasi saham Kalbe Farma (KLBF)
Kendati begitu, Budi menuturkan di tengah tekanan pandemi Covid-19 perusahaan akan tetap konsisten untuk membagikan dividen. Teranyar, emiten barang konsumsi ini akan membagikan dividen interim Rp 17,14 miliar.
Ia menjelaskan, perusahaan telah memulai kebiasaan pembagian dividen interim selama 2 tahun terakhir. Hal itu dengan pertimbangan untuk membagi periode pembagian dividen menjadi 2 kali yaitu dividen interim dan dividen final setelah RUPS nanti.
Selain itu, sebutnya, juga sebagai motivasi bagi perusahaan untuk terus memberikan kinerja terbaik. "Pembagian dividen ini juga menjadi cambuk bagi kami untuk dapat mengembangkan performa kami," sebutnya.
Guna mengejar pertumbuhan, KINO sendiri telah memiliki rencana pengembangan di tahun depan. Namun, ia bilang ekspansi itu masih bersifat dinamis tergantung dari perkembangan situasi nantinya.
Analis MNC Sekuritas, Herditya menuturkan bahwa secara teknikal, pihaknya melihat pergerakan KINO rawan terkoreksi dalam jangka pendek. Ia menjelaskan, koreksi KINO ini nampak dari pergerakan MACD yang nampaknya rawan deadcross dan Stochastic yang juga cenderung koreksi.
Baca Juga: Sepanjang semester I 2021, Urban Jakarta Propertindo (URBN) telah serap capex 60%
"Namun demikian selama masih berada di atas Rp 2.000 sebagai support-nya maka KINO berpeluang menguat kembali," ujarnya dihubungi terpisah.
Sementara, untuk potensi penguatannya sendiri disebutnya apabila harga saham KINO berhasil menembus Rp 2.180 maka resistance-nya diperkirakan menuju Rp 2.310.
Pada perdagangan Senin (25/10) harga saham KINO ditutup menguat 20 poin atau 0,95% ke level Rp 2.130 per saham.
Selanjutnya: Progres pembangunan PLTU Mulut Tambang Sumsel 8 Bukit Asam (PTBA) capai 91,03%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













