kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Ini alasan BUMN tak semudah swasta IPO di bursa


Selasa, 03 Januari 2017 / 13:39 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah akan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, untuk melakukan initial public offering (IPO), perusahaan pelat merah tidak semudah perusahaan swasta.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla bilang, perusahaan BUMN yang mau go public tidak semudah perusahaan swasta sebab ada prosedur yang harus dilewati dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kalau aset BUMN yang dilepas lebih dari Rp 100 miliar itu harus melalui proses persetujuan di DPR dulu. Jadi ada proses seperti itu yang harus dilewati," ujar JK dalam sambutan pembukaan pasar saham 2017, di BEI, Selasa (3/1).

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong anak usaha dan cucu usaha BUMN untuk ikut IPO. Sebab potensinya masih sangat banyak, dari 160 BUMN yang ada baru 21 BUMN yang sudah IPO. Dengan angka itu menunjukan bahwa kesempatanya masih terbuka lebar.

Manfaat perusahaan BUMN melepas sahamnya ke publik, lanjut JK, tentunya akan mendapatkan dana segar dan juga tentunya akan lebih transparan. Kemudian, masyarakat bisa mengontrol BUMN jika ada kesalahan. "Kita akan dorong BUMN untuk IPO agar mendapatkan modal jangka panjang," ungkapnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×