kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Ini alasan BUMN tak semudah swasta IPO di bursa


Selasa, 03 Januari 2017 / 13:39 WIB
Ini alasan BUMN tak semudah swasta IPO di bursa


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah akan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, untuk melakukan initial public offering (IPO), perusahaan pelat merah tidak semudah perusahaan swasta.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla bilang, perusahaan BUMN yang mau go public tidak semudah perusahaan swasta sebab ada prosedur yang harus dilewati dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kalau aset BUMN yang dilepas lebih dari Rp 100 miliar itu harus melalui proses persetujuan di DPR dulu. Jadi ada proses seperti itu yang harus dilewati," ujar JK dalam sambutan pembukaan pasar saham 2017, di BEI, Selasa (3/1).

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong anak usaha dan cucu usaha BUMN untuk ikut IPO. Sebab potensinya masih sangat banyak, dari 160 BUMN yang ada baru 21 BUMN yang sudah IPO. Dengan angka itu menunjukan bahwa kesempatanya masih terbuka lebar.

Manfaat perusahaan BUMN melepas sahamnya ke publik, lanjut JK, tentunya akan mendapatkan dana segar dan juga tentunya akan lebih transparan. Kemudian, masyarakat bisa mengontrol BUMN jika ada kesalahan. "Kita akan dorong BUMN untuk IPO agar mendapatkan modal jangka panjang," ungkapnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×