kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Ini alasan BUMN tak semudah swasta IPO di bursa


Selasa, 03 Januari 2017 / 13:39 WIB


Reporter: Hasyim Ashari | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Pemerintah akan mendorong Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, untuk melakukan initial public offering (IPO), perusahaan pelat merah tidak semudah perusahaan swasta.

Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla bilang, perusahaan BUMN yang mau go public tidak semudah perusahaan swasta sebab ada prosedur yang harus dilewati dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Kalau aset BUMN yang dilepas lebih dari Rp 100 miliar itu harus melalui proses persetujuan di DPR dulu. Jadi ada proses seperti itu yang harus dilewati," ujar JK dalam sambutan pembukaan pasar saham 2017, di BEI, Selasa (3/1).

Selain itu, pemerintah juga akan mendorong anak usaha dan cucu usaha BUMN untuk ikut IPO. Sebab potensinya masih sangat banyak, dari 160 BUMN yang ada baru 21 BUMN yang sudah IPO. Dengan angka itu menunjukan bahwa kesempatanya masih terbuka lebar.

Manfaat perusahaan BUMN melepas sahamnya ke publik, lanjut JK, tentunya akan mendapatkan dana segar dan juga tentunya akan lebih transparan. Kemudian, masyarakat bisa mengontrol BUMN jika ada kesalahan. "Kita akan dorong BUMN untuk IPO agar mendapatkan modal jangka panjang," ungkapnya.
 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×