kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.521   21,00   0,12%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini alasan BEI kenapa 3 saham ini masuk UMA


Jumat, 04 April 2014 / 08:11 WIB
ILUSTRASI. Promo Superindo Terbaru Periode 11-13 November 2022


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Harga saham PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Rimo Catur Lestari Tbk (RIMO), dan PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) bergerak liar setelah merilis kinerja 2013.

Tak ayal, Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mengawasi pergerakan saham yang masuk lebel unusal market activity (UMA) ini.

Kinerja ketiga emiten itu memang membaik. Namun, dampak terhadap harga sahamnya bervariasi. MKPI dan RIMO masuk UMA karena ada peningkatan harga dan aktivitas saham. Sementara, AIMS akibat merosotnya harga saham secara signifikan.

MKPI misalnya, kendati tipis, laba bersih penguasa properti di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan ini naik dari Rp 363,05 miliar menjadi Rp 365,56 miliar.

Pendapatan dan penjualan bersih perusahaan besutan Siti Hartati Murdaya tersebut juga meningkat dari Rp 888,5 miliar menjadi Rp 999,23 miliar.

Kemudian RIMO. Perusahaan ritel ini sejatinya masih mencatatkan kerugian, namun jumlahnya menyusut. Jika pada 2012 total rugi tahun berjalan perseroan mencapai Rp 11,78 miliar, tahun lalu tersisa Rp 5,67 miliar.

Terakhir, perusahaan perdagangan batubara, AIMS. Laba bersih perseroan melonjak hingga dua kali lipat yaitu dari Rp 520,07 juta menjadi Rp 1,83 miliar. Namun, memang melonjaknya laba bukan akibat kenaikan pendapatan, melainkan untung selisih kurs.

Dari segi pendapatan, nilainya menyusut dari Rp 253,33 miliar menjadi Rp 102,75 miliar. Adapun, laba akibat selisih kurs tercatat mencapai Rp 2,64 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×