kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Ingin punya tol sepanjang 500 km, ASII fokus garap sektor infrastruktur


Senin, 26 Agustus 2019 / 16:28 WIB
ILUSTRASI. Menara Astra


Reporter: Benedicta Prima | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Astra Internasional Tbk (ASII, anggota indeks Kompas100) tertarik untuk terus meningkatkan investasinya di sektor infrastruktur. Salah satunya, ASII menargetkan bisa memiliki tol dengan panjang hingga 500 km. 

"Kita ingin mengembangkan tol, target 500 km, ada yang perlu kita lihat lagi sampai 2021. Kita akuisisi," jelas Direktur ASII Paulus Bambang di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (26/8). 

Baca Juga: Sanggah kabar lego Bank Permata, Astra Internasional (ASII) fokus perbaiki kinerja

Target tersebut sejalan dengan fokus pemerintah yang masih akan tetap membangun infrastruktur. Per semester satu, pemilik pangsa pasar terbesar di sektor otomotif tersebut telah memiliki 338,6 km jalan tol yang beroperasi dan 11,2 km sedang dalam konstruksi. 

Paling baru, ASII melalui PT Astra Tol Nusantara mengakuisisi 44,5% saham PT Jasamarga Surabaya-Mojokerto senilai Rp 1,7 triliun pada Mei 2019 lalu.

Adapun net income dari lini bisnis ASII yang bergerak di bidang infrastruktur per semester satu sebesar Rp 83 miliar. Jumlah tersebut paling banyak disumbang oleh operasional tol.

Baca Juga: United Tractors (UNTR) kembali merevisi target penjualan alat berat tahun ini

Sementara itu, Direktur Utama ASII Prijono Sugiarto juga menjelaskan ketertarikannya untuk bergerak pada sektor infrastruktur. Apalagi pemerintah juga serius menggelontorkan dana untuk pembangunannya. 

"Kami tentu bisa berkontribusi, kami menyadari bahwa kami harus berinvestasi lebih giat lagi," jelas dia. 




TERBARU

[X]
×