kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Inflasi Terkendali, Pasar Obligasi Membumbung Tinggi


Rabu, 23 November 2022 / 20:32 WIB
ILUSTRASI. Inflasi Terkendali, Pasar Obligasi Membumbung Tinggi


Reporter: Akmalal Hamdhi | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Performa pasar obligasi membumbung tinggi meski dalam era kenaikan suku bunga. Inflasi yang dianggap sudah terkendali menjadi sentimen pendorongnya.

Mengutip data Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI), kinerja pasar obligasi yang tercermin dari Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menyentuh area 339,04 yang menjadi level tertinggi di sepanjang tahun ini.

Level tersebut berhasil menguat 0,29% dari penutupan sebelumnya. Secara year to date (ytd) ICBI sudah naik 1,85%.

Presiden dan CEO PT Pinnacle Persada Investama Guntur Putra menjelaskan, salah satu faktor penguatan tersebut adalah ekspektasi investor terhadap pasar yang lebih positif. 

Baca Juga: Simpanan Valas di Perbankan Langka, Ini Penjelasan BI

"Hal itu melihat tingkat inflasi yang relatif di bawah kontrol dan lebih rendah dari perkiraan awal konsensus. Kondisi perekonomian Indonesia juga masih bisa ditangani dengan baik," ujar Guntur saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (23/11).

Guntur menambahkan, prospeknya pun masih cukup baik karena downside dinilai lebih terbatas. Walaupun masih bisa berfluktuasi, tapi potensi upside melebihi potensi downside dari sisi risk/reward ratio. 

Hanya saja, dalam tren penguatan harga saat ini masih besar kemungkinan terjadi fluktuasi harga. Sebab, kondisi masih dalam ketidakpastian kenaikan suku bunga.

Dari sisi yield, Guntur memaparkan bahwa obligasi tenor 10 tahun Surat Utang Negara (SUN) sekarang sudah alami penurunan dari rekor sebelumnya yang sempat menembus level 7,5%. Hingga akhir tahun, yield tenor 10 tahun diproyeksikan bisa meningkat namun masih akan terjaga di kisaran 7,3%.

Baca Juga: Indeks Utama Wall Street Dibuka Menguat pada Hari Selasa (22/11)

Senior Vice President Head of Retail Product Research & Distribution Division Henan Putihrai (HP) Asset Management Reza Fahmi setuju bahwa pasar obligasi masih dibayangi tekanan suku bunga The Fed. Dimana, keputusan The Fed juga akan mempengaruhi kebijakan moneter Bank Indonesia (BI).




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×