kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45717,49   8,13   1.15%
  • EMAS913.000 0,55%
  • RD.SAHAM 0.53%
  • RD.CAMPURAN -0.19%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.21%

Industri reksadana mengenalkan produk multi share class, apa itu?


Rabu, 23 Oktober 2019 / 16:47 WIB
Industri reksadana mengenalkan produk multi share class, apa itu?
Diskusi mengenai produk reksadana dengan multi-share class yang diselenggarakan Asosiasi Manajer Investasi Indonesia dan Asosiasi Bank Kustodian Indonesia di Jakarta (23/10/2019).

Reporter: Intan Nirmala Sari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kehadiran reksadana multi share class diharapkan bisa mendorong efisiensi, sekaligus meningkatkan keberagaman produk investasi di industri reksadana Tanah Air. Reksadana multi share class adalah reksadana terbuka berbentuk kontrak investasi kolektif yang memiliki lebih dari satu kelas unit penyertaan (share class).

Seluruh share class memiliki kebijakan dan strategi investasi yang sama, begitu juga dengan komposisi portofolio dan efek-efek di semua kelas juga sama. Direktur Pengelolaan Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sujanto mengatakan, yang bakal membedakan kelas A dengan kelas lainnya pada reksadana tersebut adalah fiturnya yang bersifat administratif, seperti besaran biaya, pola distribusi hasil investasi, dan/atau jenis mata uang.

"Enggak ada yang signifikan berbeda dari reksadana yang ada saat ini, hanya saja penerapannya adalah untuk reksadana terbuka yang punya unit per kelas," jelas Sujanto, Rabu (23/10).

Menurutnya, istilah multi share class di pasar reksadana Indonesia mungkin masih terdengar baru. Namun, praktik ini sudah banyak diterapkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Hong Kong, India, Australia, Malaysia dan Uni Eropa.

Baca Juga: Amartha ingin dana menganggur milik lender bisa disimpan di reksadana

Kehadiraan multi share class ini diharapkan bisa meningkatkan ragam pilihan investasi bagi para investor. Manajer investasi (MI) juga bakal diuntungkan karena bisa melakukan efisiensi.

Pada prinsipnya, dalam penerapan reksadana dengan multi share class di Indonesia, terdapat tiga hal yang harus diutamakan oleh manajer investasi yaitu profesionalisme dan tidak terdapat perbedaan aset/kebijakan investasi pada setiap kelas reksadana, transparansi atas setiap kelas reksadana, serta pengelolaan risiko yang memadai.

Direktur PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Supranoto Prajogo menungkapkan bahwa, sebagai Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian yang mengembangkan Sistem Pengelolaan Investasi Terpadu atau disebut juga dengan S-INVEST, KSEI telah menetapkan mekanisme dan tata cara untuk proses pendaftaran dan pengelolaan multi share class fund pada sistem tersebut.

"Bank kustodian dapat mendaftarkan produk multi share class fund dalam satu paket pendaftaran baik untuk fund induk maupun fund anak. KSEI akan menggunakan kode khusus untuk membedakan produk multi share class fund tersebut dengan maksimal kode dua digit,” jelas Supranoto.

Baca Juga: Keuntungan Reksadana Pasar Uang Berpotensi Turun, Ini Strategi Manajer Investasi premium

Berdasarkan data KSEI, industri reksadana di Indonesia berkembang sangat pesat. Jumlah investor reksadana per 15 Oktober 2019 telah mencapai 1,57 juta atau meningkat 355% dibandingkan pada saat S-INVEST pertama kali diterapkan pada 31 Agustus 2016. Sedangkan total jumlah asset under management (AUM) juga meningkat 131% dari Rp 328 triliun pada pada 31 Agustus 2016, menjadi Rp 759 triliun pada 15 Oktober 2019.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.

Tag

TERBARU

[X]
×