Reporter: Yuliana Hema | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah persaingan industri data center alias pusat data yang semakin ketat, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) mengandalkan strategi ekspansi berbasis permintaan.
VP Market Development and Sales Strategy DCI Indonesia Abieta Billy mengatakan seluruh layanan berbasis AI membutuhkan infrastruktur pusat data. Ini mendorong peningkatan kebutuhan kapasitas data center secara signifikan.
“Semua layanan AI membutuhkan pusat data. Ke depan, permintaan akan meningkat sangat signifikan, terutama dari sisi penggunaan atau inference,” katanya dalam paparan publik, Senin (30/3/2026).
Billy menjelaskan peningkatan permintaan ini menjadi peluang bagi pelaku industri data center untuk memperluas kapasitas. Perubahan pola penggunaan AI turut memperbesar kebutuhan infrastruktur digital.
Baca Juga: DCII Optimistis Permintaan Data Center Meningkat Berkat Perkembangan IndustriAI
Di tengah kondisi tersebut, perusahaan mengandalkan strategi ekspansi berbasis permintaan untuk menjaga efisiensi. Pendekatan ini dilakukan agar pembangunan kapasitas tetap sejalan dengan kebutuhan pelanggan.
Billy mengatakan perusahaan membangun kapasitas baru sesuai permintaan pelanggan. Menurutnya, strategi tersebut dapat menjaga efisiensi dan daya saing DCII.
“Kalau ada permintaan dari pelanggan, kami akan membangun sesuai kebutuhan tersebut. Ini menjadi bagian dari strategi kami dalam menjaga efisiensi dan daya saing,” jelasnya.
Selain strategi berbasis permintaan, DCII mengandalkan keunggulan operasional untuk memenangkan pasar. DCII melayani lebih dari 270 pelanggan, sekitar 80% merupakan perusahaan multinasional.
Baca Juga: Laba DCI Indonesia (DCII) Naik 83,53% jadi Rp 824,98 Miliar per Kuartal III-2025
Menurut Billy, rekam jejak dalam melayani pelanggan global menjadi pembeda utama dibandingkan kompetitor. Ini dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan terhadap layanan perusahaan.
Dari sisi kapasitas, DCII mengoperasikan layanan sebesar 128 megawatt (MW). Emiten afiliasi Toto Otto Sugiri ini memiliki potensi pengembangan kapasitas hingga lebih dari 2.000 MW.
Fasilitas tersebut tersebar di Cibitung, Karawang, Jakarta, Surabaya, hingga Bintan. Infrastruktur ini dirancang mendukung pertumbuhan cloud, AI, dan kebutuhan enterprise.
Baca Juga: Saham Teknologi Jadi Jajaran Market Cap Terbesar di BEI, Intip Rekomendasi DCII
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













