kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.998   85,00   0,47%
  • IDX 5.673   29,59   0,52%
  • KOMPAS100 732   3,90   0,54%
  • LQ45 556   3,18   0,57%
  • ISSI 197   0,68   0,35%
  • IDX30 316   1,67   0,53%
  • IDXHIDIV20 390   1,07   0,28%
  • IDX80 83   0,37   0,45%
  • IDXV30 106   -0,27   -0,25%
  • IDXQ30 102   0,52   0,51%

Indosat (ISAT) menyiapkan capex Rp 8 triliun


Jumat, 19 Februari 2021 / 19:20 WIB
ILUSTRASI. Peningkatan dan perluasan jaringan 4G/LTE masih menjadi fokus utama ISAT dalam mengalokasikan capex


Reporter: Dityasa H. Forddanta | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sembari menunggu proses merger rampung, PT Indosat Ooredoo Tbk (ISAT) tetap fokus pada pengembangan bisnis. Operator telekomunikasi ini mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 8 triliun tahun ini.

"Capex untuk kebutuhan ekspansi," ujar Direktur dan Chief Financial Officer (CFO) Indosat Eyas Naif Assaf, Jumat (19/2). Alokasi tersebut memang lebih rendah 11% dibanding serapan tahun lalu yang nyaris Rp 9 triliun.

Namun, jika melihat rekam jejak sebelumnya, capex ISAT cenderung fleksibel. Pada 2020, ISAT menyiapkan capex pada rentang Rp 8 triliun-Rp 9 triliun.

Peningkatan dan perluasan jaringan 4G/LTE masih menjadi fokus utama ISAT dalam mengalokasikan capex. Sehingga, diharapkan kinerja ISAT bisa terus terdongkrak.

Baca Juga: Pendapatan Indosat Ooredoo (ISAT) naik 6,9% pada 2020, berikut pendorongnya

Dia menambahkan, Indosat menargetkan pertumbuhan pendapatan tahun ini sejalan dengan pertumbuhan industri. ISAT juga menjaga margin EBITDA antara 44%-45%.

Sepanjang tahun lalu, pendapatan konsolidasi ISAT naik 6,9% secara tahunan menjadi Rp 27,9 triliun. Di baik kenaikan ini, pendapatan seluler mencatat kenaikan 11,6% secara tahunan menjadi Rp 23,1 triliun.

EBITDA ISAT juga naik 16% secara tahunan menjadi Rp 11 triliun. Sedang margin EBITDA sebesar 40,9% telah mengalami kenaikan dari sebelumnya 37,7%.

Dari segi laba, ISAT justru mencatat kerugian bersih Rp 716,7 miliar tahun lalu. Padahal, perusahaan mencatat keuntungan hingga Rp 2,28 triliun pada 2019.

Vikram Sinha, Director & Chief Operating Officer ISAT menyebut, keuntungan pada 2019 salah satunya berasal dari keuntungan penjualan menara. "Sementara sepanjang tahun lalu tidak ada penjualan menara," imbuhnya pada kesempatan yang sama.

Baca Juga: Indosat (ISAT) jajaki penjualan 4.000 menara

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×