kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Indofood Sukses Makmur (INDF) akan akuisisi Indofood Agri, ini rekomendasi analis


Minggu, 26 Mei 2019 / 14:16 WIB

Indofood Sukses Makmur (INDF) akan akuisisi Indofood Agri, ini rekomendasi analis

Berita Terkait

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan membeli seluruh saham anak usahanya PT Indofood Agri Resources Ltd (IFAR). Sejumlah analis menilai akuisisi ini bisa meningkatkan daya tarik INDF.

Asal tahu saja, pada April 2019 lalu INDF melalui CIMB Bank Berhad cabang Singapura telah mengumumkan penawaran tunai bersyarat untuk membeli seluruh saham IFAR. Namun kabar terakhir melansir dari keterbukaan informasi, Jumat (24/5) INDF memperpanjang tender offer dari semula 24 Mei 2019 pada pukul 17.00 waktu Singapura.sampai 25 Mei 2019 pada pukul 17.00 waktu Singapura.


Sekretaris Perusahaan INDF Victor Suhendra menyatakan dalam keterangan tertulis alasan perpanjangan ini hingga 23 Mei 2018 pukul 17.00 waktu Singapura jumlah penawaran masih belum memenuhi persyaratan. "Baru menerima penawaran sebanyak 102,82 juta saham yang mewakili 7,37% dari total saham IFAR," jelasnya.

Aksi korporasi ini dilakukan INDF untuk delisting IFAR dari bursa Singapura. Tindakan ini membuat INDF menjadi lebih fleksibel menerapkan inisiatif strategis dan perubahan operasional di masa mendatang.

INDF menawarkan untuk mengakuisisi 25,6% saham - dimiliki oleh publik - dengan harga S$ 0,28 per saham. Penawaran ini 2% lebih tinggi dari harga penutupan Jum'at kemarin di S$ 0,27.

Melansir riset RHB Investment yang dirilis pada (29/4) lalu menjelaskan penawaran tender IFAR bisa menciptakan sentimen negatif terhadap saham INDF.

Meskipun hasil kinerjanya di 2018 solid, investor khawatir terhadap kelebihan uang tunai yang digunakan untuk penawaran ini. "Namun ini juga menjadi katalis positif peningkatan belanja konsumen ke depannya," ujar analis dalam riset RHB Investment.

Head of Investment Research Infovesta Utama Wawan Hendrayana menjelaskan aksi korporasi ini tidak akan berdampak signifikan terhadap kinerja INDF sebagai emiten konsumer yang konglomerasinya dari hulu ke hilir.

"Konglomerasi INDF mulai dari agribisnis sawit meliputi minyak goreng, tepung, hingga produk siap makan. Ditambah INDF juga bisnis di semua tahap mulai dari produksi, konsumsi, dan distribusi sehingga penambahan di sektor agribisnis tidak serta merta berpengaruh pada profit,"ujarnya kepada Kontan.co.id, Jumat (24/5).

Menurut Wawan, saat ini INDF lebih tertekan dari sisi kurs karena banyak impor untuk bahan baku.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto menjelaskan aksi korporasi yang dilakukan INDF terhadap IFAR tentunya untuk rencana jangka panjang. "Sedangkan pergerakan INDF saat ini masih sideways, sehingga masih harus dilihat dari hasil tender offer tersebut yang saat ini pun masih diperpanjang," jelasnya.

Kendati demikian, William tetap rekomendasi beli dengan target jangka pendek di Rp 7.000 dan target jangka panjang di Rp 8.500. Begitu juga dengan RHB yang merekomendasikan beli di target harga Rp 8.500.


Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan


Close [X]
×