kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.977   64,00   0,36%
  • IDX 5.689   45,52   0,81%
  • KOMPAS100 735   7,43   1,02%
  • LQ45 558   5,16   0,93%
  • ISSI 198   1,26   0,64%
  • IDX30 316   2,18   0,69%
  • IDXHIDIV20 390   0,29   0,07%
  • IDX80 84   0,79   0,95%
  • IDXV30 106   -0,25   -0,24%
  • IDXQ30 102   0,33   0,32%

Indofarma (INAF) jadi distributor vaksin virus corona


Selasa, 21 Juli 2020 / 19:26 WIB
ILUSTRASI. Suasana di pabrik farmasi PT Indofarma Tbk (INAF) di Cibitung, Jawa Barat (10/4). Indofarma (INAF) jadi distributor vaksin virus corona. KONTAN/Muradi/10/04/2012


Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Salah satu emiten farmasi pelat merah PT Indofarma Tbk (INAF) bakal menjadi distributor vaksin Covid-19 yang akan diproduksi oleh induk Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Persero).

Sekarang ini Bio Farma sedang bekerjasama dengan Sinovac Biotech Ltd untuk pengembangan vaksin Covid-19, yang mana rencananya proses uji klinis bisa rampung pada Januari 2021 mendatang.

Baca Juga: Kimia Farma bersinergi dengan Indofarma untuk distribusikan vaksin Covid-19

Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menuturkan, Bio Farma mendapat tugas dari Presiden untuk memastikan kapasitas produksi vaksin Covid-19 ini bisa dikelola dengan baik.

Sampai saat, perusahaan tersebut telah menyiapkan produksi sebanyak 100 juta dosis per tahun. "Nanti akan expand ke 250 juta dosis per tahun. Tapi untuk tahap pertama sesuai dengan penyelesaian uji klinis Januari 2021, kami menargetkan 40 juta dosis per tahun," ungkapnya dalam Konferensi Pers usai Rapat Terbatas di Istana Merdeka yang juga disiarkan secara online pada Selasa (21/7).

Direktur Keuangan Indofarma Herry Triyanto mengaku belum dapat menyampaikan besaran potensi pendapatan dari distribusi vaksin yang baru dimulai pada 2020 ini.

Tak hanya siap untuk mendukung distribusi vaksin Covid-19, Herry menjelaskan, sekarang ini INAF masih fokus mengembangkan bisnis alat kesehatan (alkes). Untuk tahun ini INAF memasang target pendapatan sebesar Rp 1,64 triliun atau meningkat 20,58% dari tahun 2019 sebesar Rp 1,36 triliun.

Baca Juga: Indofarma (INAF) kerja sama dengan Mustika Ratu (MRAT) kembangkan industri herbal

"Beberapa strategi guna mencapai target meliputi perbaikan untuk memperbanyak segmen reguler dan memperbaiki collection yang terganggu karena pandemi," katanya ketika dihubungi Kontan, Selasa (21/7).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×