kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Indocement (INTP) mencatat volume penjualan 14,6 juta ton hingga Oktober 2019


Jumat, 29 November 2019 / 15:22 WIB
Indocement (INTP) mencatat volume penjualan 14,6 juta ton hingga Oktober 2019
ILUSTRASI. Pekerja melakukan aktivitas bongkar muat semen di Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta, Jumat (25/10/2019). Volume penjualan INTP bulan Oktober naik 3% secara tahunan menjadi 1,85 juta ton.

Reporter: Ika Puspitasari | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) mencatat volume penjualan semen sebesar 1,85 juta ton pada Oktober 2019. Volume penjualan pada Oktober ini naik 3% ketimbang pada periode yang sama tahun lalu.

Sekretaris Perusahaan INTP Antonius Marcos mengatakan, apabila ditotal dari Januari hingga Oktober 2019, INTP berhasil menorehkan volume penjualan sebesar 14,6 juta ton. “Pencapaian penjualan pada Oktober merupakan yang terbaik,” katanya pada Kontan.co.id, Selasa (26/11).

Baca Juga: Melesat Tajam, Saham Sektor Industri Dasar Jadi Jawara

Sampai tutup tahun ini, INTP berharap bisa mencapai target volume penjualan setidaknya sama dengan pencapaian tahun lalu. Pada 2018, Indocement menorehkan volume penjualan sebanyak 19,17 juta ton. “Kami berharap bisa mencapai target di tengah konsumsi semen nasional yang sampai saat ini masih minus 2%,” tambah Antonius.

Selain mendistribusikan semen ke pasar domestik, INTP juga menjual semen ke pasar ekspor. Memang saat ini porsinya belum begitu banyak.

Porsi ekspor INTP baru 2% hingga 3% dari total penjualan perusahaan. INTP mengincar pasar ekspor seperti Taiwan, Hong Kong, Jepang, dan Filipina.

Baca Juga: Harga semen ikut dongkrak kinerja Indocement (INTP) pada kuartal III 2019

Sementara untuk tahun depan ia mengaku belum ada agenda ekspansi yang spesial. Saat ini INTP sedang menyelesaikan proyek tambang batu di Pamoyanan, Bogor, Jawa Barat. Adapun tambang batu ini memiliki cadangan sebanyak 25 juta ton. Tambang ini akan memasok bahan baku untuk bisnis semen beton milik Indocement.




TERBARU

×