kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Indikator teknikal harga nikel masih menunjukkan potensi koreksi


Jumat, 09 Maret 2018 / 17:18 WIB
ILUSTRASI. Pertambangan mineral Nikel


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski masih disokong kondisi fundamental yang cukup positif tetapi pergerakan harga nikel masih akan dibayangi sentimen negatif. Andri Hardianto, Analis PT Asia Tradepoint Futures memperkirakan komomoditas logam industri itu akan tertekan sampai akhir kuartal I.

Secara teknikal, ia melihat sebagian besar indikator menunjukkan sinyal pelemahan. Untuk jangka pendek, kemungkinan harga nikel masih akan terkoreksi karena masih berada di bawah garis moving average (MA) 50. Tetapi untuk jangka menengah dan jangka panjang ada peluang penguatan karena harga berada di atas garis MA 100 dan MA 200.

Begitu juga dengan indikator stochastic yang sudah di area overbought level 84 dan indikator relative strength index (RSI) di level 44,5. “Namun indikator moving average convergence divergence (MACD) masih bergerak di wilayah positif level 22,4,” ujarnya.

Dengan indikator tersebut, Andri memperkirakan harga nikel pada Senin (12/3) akan bergerak di rentang US$ 13.050–US$ 13.250 per metrik ton dan sepekan di area US$ 13.020–US$ 13.330 per metrik ton. Sedangkan di akhir kuartal I-2018, harga akan bergerak di kisaran US$ 13.000 – US$ 13.600 per metrik ton.

Asal tahu saja, mengutip Bloomberg, pada penutupan perdagangan Kamis (8/3) harga nikel kontrak pengiriman tiga bulanan di London Metal Exchange (LME) tercatat melemah 2,35% ke level US$ 13.270 per metrik ton. Sedangkan jika dibandingkan sepekan sebelumnya harganya hanya melemah 1,41%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×