kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

INDF (Indofood) menyentuh harga tertinggi 2 tahun, mampukah naik lagi?


Selasa, 19 November 2019 / 07:39 WIB
INDF (Indofood) menyentuh harga tertinggi 2 tahun, mampukah naik lagi?
ILUSTRASI. Stan Indofood saat pameran THAIFEX-World of Food Asia. KONTAN/Lidya Yuniarta (29/5/2019)

Reporter: Hasbi Maulana | Editor: Hasbi Maulana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Senin (18/11) saham INDF (Indofood Sukses Makmur Tbk) ditutup naik dibanding harga sebelumnya. Saat bursa menutup hari perdagangan, saham INDF persis di harga penutupan Rp 7.975 per saham.

Dibandingkan dengan penutupan Jumat (15/11), harga saham INDF naik 1,27% dari Rp 7.875. 

Mencatatkan harga tertinggi Rp 8.000 dan harga terendah Rp 7850, saham INDF ditutup naik Rp 1.00 per saham dalam sehari.

Baca Juga: Grup Salim Berburu Startup, tapi Bukan yang Bakar Uang

Dihitung sejak 7 hari yang lalu (11 November 2019), harga saham penutupan INDF kemarin cuma naik 0.63 % dibanding harga saat itu (Rp 7.925).

Tapi, jika kita hitung sejak 30 hari yang lalu (18 Oktober 2019), harga saham emiten ini sudah naik 5.33%, dari semula (Rp 7.550).

Adapun sejak awal bulan November ini harga saham INDF naik 3,57% dari harga akhir Oktober (Rp 7.700).

Harga penutupan saham INDF Senin kemarin (Rp 7.975) merupakan harga tertinggi saham ini terhitung sejak lerbih dari 2 tahun lalu (2 Oktober 2017).

Baca Juga: Ini Saham Pilihan Saat Ekonomi Melambat

Akankah harga INDF bakal terus mendaki? 

Entahlah, indikator fundametal yang paling sederhana menunjukkan harga saham ini tidak bisa dibilang murah-murah amat. 

Dengan earning per share (EPS) alias laba bersih per saham Rp 536, maka price to earning ratio (PER) saham ini sudah 14,88 kali. Adapun price to book value-nya (PBV) 1,35 kali.



Video Pilihan

TERBARU

×